Life in the Moment — Balap Sepeda Asian Games 2018

Life in the moment .. kata yang cocok untuk menikmati momen Asian Games, tidak tahu kapan lagi Indonesia bisa jadi tuan rumah, 50 tahun kemudianpun belum tentu terulang kembali atau meskipun terulang kembali dalam waktu relatif dekat tapi kita belum tentu masih memiliki umur untuk melihatnya kembali. Kalau tidak saya menikmati momen saat ini .. merasakan sensasinya secara live .. secara langsung, mungkin saya tidak bisa merasakannya lagi. Mumpung saya punya kesempatan saya nonton lomba Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), bener bener kondisi GBK bikin pangling … beda benar beda dengan GBK yang saya kenal selama ini … gedung gedungnya direvonasi dan dipermanis dengan desain aksen yang menarik, banyak penambahan ornamen disekitar GBK yang membuatnya semakin kece … bersih .. serba teratur .. pokoke keren, apalagi suasana ketika menonton disana. Tapi yang ingin saya share disini adalah momen ketika nonton balap sepeda jalan raya Asian Games …. biar tetap nyambung sama sesepedahan …. haha  .. #TeutepSesepedahan

Yang ingin nonton balap sepeda bukan saya .. tapi si krucil .. ingin melihat pebalap di condonium katanya …. apaaaa … maksudnya apa …krucil menjelaskan dengan semangat … ohh itu … namanya … po di um … ya pondium katanya … haha .. tetep salah.

Acara lomba diadakan di daerah Subang, setelah googling2 cari informasi mengenai lomba dan kondisi situasi … maka dipilihlah sehari setelah libur Idhul Adha .. hari kamis off dulu dari kerja.

Dengan berbagai pertimbangan maka dipilihlah menginap di Subang, hotel yang dekat alun alun, jadi paginya bisa lihat start di alun alun dan selepas mereka pergi mengarah ke Sadang kita akan pindah ke titik Finish di daerah Cagrak dekat Ciater Subang. Karena berdasarkan informasi hasil googling, rute pagi kearah Cagrak Ciater masih dibuka. Jadi sekali tepuk dapat dua … #MerasaKeren

Sholat dan berlebaran dahulu di Bandung dan cuss berangkat jam 14-an, karena berdasarkan informasi jalan di sekitar Subang baru dibuka setelah jam 15. Rute yang dipilih melalui Cipularang terus ke Cipali dan keluar di pintu exit kearah Subang, memang memutar .. tidak melalui Lembang, Karena menurut googlemaps rute Lembang macet … waktu yang ditempuh dua kali lipat dibanding lewat tol Cipali.

Perjalanan lancar .. jam 16-an sudah sampai di Subang, suasana kota terasa Asian Games-nya … mobil mobil berlambang Asian Games wara wiri dan beberapa sedang parkir, juga ada beberapa atlet sepeda yang sedang bersepeda sore dijalan … mungkin untuk tetap jaga kebugaran. Kita parkir dulu di hotel .. check in .. tapi tidak menurunkan barang .. hotel ini dekat tempat start di alun alun .. tapi koq tidak terasa suasana Asian Games .. tidak ada mobil Asian Games ataupun panitia di hotel.

Kita jalan ke tempat start di alun alun … wow .. bener bener Asian Games banget … suasananya sangat berkelas dan rapi teratur bersih … kerennn. Untuk memastikan tempat finish kita berangkat ke ke arah Cagrak, wah jalannya 90% menanjak .. ada turunan dikit .. tapi dibalas dengan tanjakan lebih tinggi, berkelok kelok … cucoklah untuk balapan sepeda kelas Asia, apalagi aspalnya hotmix mulus.

Sampai di Cagrak, kota kecil .. di area perkebunan teh .. disinilah titik akhir lomba. Di tempat finish ada banyak tenda tenda putih dan area peserta yang di tutup pagar khas Asian Games agar steril. Untuk memastikan saya berbincang bincang dengan panitia disana ternyata sejak start pagi jalan dari Subang ke Cagak ini ditutup tidak dibuka, tidak seperti info yang saya dapat di internet. Wah piye iki … saya pastikan ke krucil .. harus pilih … mau lihat start saja atau finish. Katanya mau lihat pondium … hehe.

Artinya mesti cari penginapan di daerah sini … maka muter muterlah kita cari penginapan di daerah sini .. ini nggak .. yang ini nggak .. macem macemlah alasannya. Akhirnya sampailah kita di daerah Ciater, ternyata salah satu hotel disini adalah basecamp-nya beberapa pebalap sepeda dari beberapa negara plus tempat kumpulnya panitia dan para relawan, sepeda sepeda balap banyak bertebaran di sudut sudut hotel … pokoknya Asian Games banget deh … Krucil langsung ceria dan semangat … “ disini aja nginapnya “.

Wajah dan tingkah cerianya priceless … untung ada satu room tersisa .. ya sudah kita nginap disini … yang di Subang lupakan sudah .. hangus .. haha. Krucil sibuk meilhat sana sini .. dan menyebut merek merek sepeda … dan terkagum kagum melihat atlet dan official asing yang berseliweran.

Malamnya kita mencari makan di depan hotel … ternyata warung warung makan juga di isi oleh para peserta Asian Games, kita pilih warung sate maranggi, disana ada yang sedang duduk berkerumun dan dari tag-nya terbaca marshall, ada panitia dari Malaysia dan wartawan asing yang juga sedang makan sate. Mungkin mereka bosan makan makanan hotel … Tapi tidak terlihat atlet disekitar sini … kayaknya malam malam begini tidak boleh atlet kluyuran .. harus istirahat untuk besok.

Besok paginya bangun … makan pagi, tempat sarapan 90% lebih dipenuhi orang yang menggunakan atribut Asian Games … panitia lokal, relawan dan wartawan wartawan luar negri … ehh kemana para atletnya ???? Sepertinya atlit2 tidak makan disini … lebih tepatnya menu makanannya berbeda dengan orang orang biasa seperti kita … memerlukan asupan khusus.
Beres sarapan kita keluar melihat suasana kesibukan para panitia dan pebalap yang bersiap siap untuk berangkat, mobil mobil tiap negara yang menginap berjejer mengangkut barang barang dan sepeda sepeda, si krucil senang banget … melihat lihat dan kembali menyebut merek merek sepeda keren. Tapi tidak menemukan merek sepeda favotirnya … “kenapa tidak ada ?” mungkin peserta negara lain yang menggunakan dan tidak menginap di hotel ini. Beres semua berangkat … mereka akan start jam 10 di Alun Alun Kota Subang dan mengarah ke Sadang Purwakarta dan memutar balik lagi ke Subang dan kemudian finish di Cagak Ciater dengan total jarak 147 km. Kita tetap stay di hotel, soalnya kita akan ke titik finish jam 11-an.

tim Malaysia siap siap di pagi hari

Ya .. jam 10-an kita berangkat, paling sekitar 10 menitan sudah sampai lokasi. Minta izin sama petugas jaga yang memblokade jalan, diperbolehkan masuk dan parkir di sisi area kendaraan pantia dan peserta, ya karena areanya cukup luas. Suasananya sudah ramai panitia, relawan, official dan tentunya para warga yang berdatangan antusias untuk menyaksikan lomba. Waktu finish masih lama … sekitar jam 14-an. Kita nongkrong di rumah makan dekat sana …sambil makan makanan khas daerah sini … sate maranggi lagi … pokoknya enak banged sih. Sambil makan sate dan menonton serta memantau lomba balap sepeda live dari TV yang terpasang disana. Masyarakat terus datang berduyun duyun ke area finish … otomatis warung dan rumah makan di sekitar area di penuhi oleh tamu undangan, penonton dan panitia lokal yang sedang rehat … Asian Games memberikan dampak yang bagus bagi perekonomian warga.

Jam 13-an lebih peserta lomba sudah berada di kota Subang lagi artinya sekitar 17 kilo lagi sampai Finish tapi menanjak. Kita beranjak menuju garis finish … tempat sudah penuh oleh warga, tidak bisa kita menonton disana .. sudah tidak dapat lagi spot yang tepat. Kita beranjak menjauhi garis finish .. sampai dilokasi yang kosong, disisi kebun teh. Agak sedikit kepanasan … “ Kita berteduh dulu yuk .. “ .. “ jangannn .. nanti tempatnya di ambil orang lain “ kata krucil. Memang sih .. orang orang mulai berdatangan ke area ini dan semakin ramai, kalau ditinggalkan sudah pasti akan diambil tempatnya. Ya sudah kita tetap diam disini.

penonton berdatangan melewati perkebunan teh

menanti dan menanti dengan setia

Menanti dan menanti … tapi anehnya bagi kita saat itu menunggu tidak membosankan .. tapi malah semakin excited …Saat satu motor marshal datang … hore sudah dekat … menunggu lagi .. sampai mobil mobil … motor motor polisi datang … pebalap sepeda masih belum datang juga … kita tetap stand by aja. Tiba tiba muncul truk engkel dan masuk kedalam sisi penonton sebelah sebrang saya, membuka pagar pembatas dan mencoba masuk ke dalam kerumunan untuk parkir. Ribet juga .. jadi tontonan seru … ternyata truk ini membawa perlengkapan camera video dan di titik sana sudah tersedia panggung kecil untuk menempatkan kamera. Cameraman-nya seorang wanita bule … eh harusnya camerawoman dong .. Pokoknya dia dan crew-nya sangat gesit memindahkan camera dari truk mengatur kabel kabel besar dan panjang serta memasangnya di panggung kecil. Siap untuk menshooting.

Krucil ikutan mengatur angle untuk memvideo saat mereka datang … dan melakukan latihan beberapa kali .. katanya supaya benar benar dapat dan tidak terlewatkan momentnya. Soalnya posisi pembalap akan muncul dari tikungan tanjakan dan mulai mendatar sampai finish.

Ketika terdengan helicopter meraung raung di atas dalam posisi terbang pelan cukup rendah … kita sadar …. “ wah pasti sudah dekat bangetttt “ karena helicopter itu yang termasuk melakukan liputan secara langsung. Krucil langsung mengarahkan hapenya kearah tikungan.

pebalap rombongan pertama muncul dari tikungan menjelang garis finish

Betul … tiba tiba muncul dari tikungan 5 pebalap sepeda … semua penonton bersorak sorak … gemuruh .. krucil malah terkesiap dahulu … tapi sesaat kemudian langsung merekam video. Pebalap paling depan adalah dari Jepang di ikuti pebalap Kazhastan, Jepang lagi dan dua dari Thailand. Mereka melesat .. tapi pebalap Jepang pertama yang di depan langsung agak sedikit minggir dan disalip cepat oleh 4 pebalap di belakang. Pebalap pertama Jepang yang mundur ini adalah pebalap yang menarik 4 pebalap keluar dari peleton atau kelompok besar pebalap ketika mulai melalui tanjakan tanjakan dan terus menarik mereka untuk terus menjauh … mungkin tugasnya sudah selesai dan membiarkan yang lain termasuk satu orang tim-nya dari Jepang untuk menyelesaikan balapan dengan sprint finish. Kalau di balap sepeda memang ada pebalap yang tugasnya menarik tim-nya atau jagoannya untuk melesat dan berlindung di belakang pebalap depan yang menarik untuk menghemat tenaga terutama berlindung dari hambatan angin, otomatis pebalap penarik akan bekerja ekstra dan akan kecapaian. Ketika akan finish baru pebalap tim-nya akan melesat untuk menyelesaikan balapan.

Slide10

sprint finish – pebalap Jepang di depan di ikuti pebalap Kazhastan

Pada saat 4 pebalap melalui pembalap Jepang yang menarik … mereka belum mengeluarkan tenaga maksimal karena jaraknya masih sekitaran 300-an meter ke garis finish … pebalap Kazhastan memimpin di depan .. 3 pebalap lainnya hampir berdampingan … masih saling lihat lihatan menanti siapa yang mulai menyerang … Semua penonton berteriak teriak .. dan membunyikan apa saja yang bisa dipukul pukul .. ditambah suara MC dengan pengeras suara menambah suasana semakin hiruk pikuk.

Sekitar 200-an meter menuju finish … Tiba tiba pebalap Jepang menyerang .. melakukan sprint … menyalip pebalap Kazhastan … yang langsung bereaksi instant mengejar … di ikuti di belakangnya dua pebalap Thailand … semakin cepat dan cepat … tepat menjelang garis finish pebalap Kazhastan menyalip pebalap Jepang …. horeeee … semua penonton bersorak sorak.

Krucil ikut riang gembira .. mengecek hasil shooting video … dan terlihat puas. Kemudian muncul pebalap pebalap sepeda lainnya berdatangan tercerai berai .. ada yang hanya sendiri .. bertiga … berdua .. atau agak banyakan .. dan hampir selalu diringi oleh mobil2 tim support dari masing2 negara. Masih ada yang ngebut .. terutama rombongan 10 besar tapi selebihnya gowes santai … dengan wajah letih … bahkan sampai ada yang baju dibuka, gerah kepanasan. Mereka tidak ngebut lagi karena sudah tidak memperebutkan medali … ngapain mesti ngebut ngebut juga .. nyantai aja kaleee … mungkin itu yang ada dikepalanya.

2 pebalap Indonesia memperebutkan posisi ke 9

Krucil tetap teriak menyemangati pebalap yang melintas … “ayo kaka … semangat kakaaa …”

Disampaikan oleh MC bahwa pengalungan medali akan dilaksanakan setelah semua pebalap sampai garis finish. Kita menunggu beberapa saat sambil menyoraki pebalap pebalap yang lewat .. setelah agak berkurang yang lewat, kita bergerak menuju garis finish, disana letak pondium .. ehh podium-nya. Melewati area parkir yang dipenuhi mobil .. dan juga mobil2 official pebalap … krucil teriak gembira karena ada merek sepeda favoritnya digunakan oleh salah satu negara Arab dan mulai sibuk foto foto.

Karena sebelumnya kita melakukan orientasi area .. jadi kita tahu akses masuk untuk mendekat ke podium, karena sekitar podium di pagari besi jadi penonton umum hanya bisa melihat dari balik pagar. Tapi kita bisa berada tepat di depan podium …. krucil terlihat sangat sumringah … akhirnya kesampaiannya juga melihat pebalap di atas podium dan dikalungkan medali … krucil sibuk mengabadikan momen ini, menjadi saksi hidup balap sepeda Asian Games 2018 … bahagia menjadi bagian sejarah Asian Games 2018, mungkin akan menjadi momen yang selalu dikenang olehnya.

Medali emas diraih oleh pebalap Kazhastan Alexey Lutsenenko, perak oleh Fumiyuki Beppu dari Jepang dan perunggu oleh pebalap Thailand Navuti Liphongyu. Alexey mencapai garis finish dengan cacatan waktu 3 jam 25,25 detik. Pebalap Indonesia hanya mampu meraih posisi 9 atas nama Aiman Cahyadi disusul Robin Manullang ke 10, Dadi Suryadi harus puas di urutan 19 dan Jamal Hibatullah di urutan 34 dengan catatan waktu 3:31:41.

Kita menyaksikan semua prosesi pengalungan medali, lagu kebangsaan dan sampai foto foto para pemenang dengan para pejabat setempat. Yang jelas tidak hanya pemenang tapi para pebalap sepeda lainpun menjadi sasaran ajakan foto para penonton … mereka dengan sabar dan ramah melayani ajakan foto dan selfie.

masyarakat antusias antri  .. mengajak para pebalap untuk berfoto

Setelah semuanya bubar kitapun ikutan bubar … akses jalan raya sudah dibuka kembali untuk umum … kita meluncur ke Jakarta .. ehh sebelumnya beli dulu nenas .. buah2-an khas Subang yang manis, berangkat jam 15-an dari Cagak. Perjalanan lancar .. tol bisa dikatakan tidak padat.. melewati tol Cipali .. tol Cikampek … dan tiba di Jakarta jam 17-an.

Kamis 23 Agustus 2018

Iklan

10 thoughts on “Life in the Moment — Balap Sepeda Asian Games 2018

  1. Aloo Krucil sayang…makasih ya eyang diajak nonton balapan sepeda melalui tulisan Papa. Suasana gempitanya memekikkan bangga dengan Indonesia penyelenggara Asian Games 2018 ya Kang. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s