Bertamasya ke pantai berpasir – Pantai Tanjung Pakis Karawang

Lagi kangen main ke pantai… tapi pantai yang berpasir .. yang kayak di film film gitu… disekitar Bekasi susah untuk mendapatkan pantai berpasir. Pilihannya ada di tetangga Bekasi .. Tangerang atau Karawang … tapi saat ini pilihan saya ke Karawang ke pantai Tanjung Pakis.

Sabtu pagi jam 6 30an yang cerah benderang saya pergi tamasya ke pantai … sendirian menyusuri dulu Banjir Kanal Timur, masuk ke Harapan Indah, lanjut menyebrangi jembatan CBL Bekasi disisinya ada warung tempat biasa goweser berkumpul tapi saya tidak mampir .. terus aja.. melewati Cabangbungin … menyusuri jalan seperti waktu berpetualang ke Mesjid Alam Blacan, hanya saat jalan habis di jembatan desa pantai Harapan Jaya saya ambil kanan, ke kiri ke arah Blacan dan ke kanan menyusuri sungai ke arah Karawang. Wah.. jalan tembus dari jembatan ini sedang dikerjakan.. dengan adanya jalan baru ini, perjalanan ke arah masjid alam Blacan akan lebih pendek.

Selama perjalanan ini beberapa kali berhenti di minimarket2, toko2 … bahkan sampai toko kosmetik .. ada yang kelupaan .. dan sangat penting .. important … urgent … benar2 krusial .. saya lupa pakai sun block … baru ngeh setelah jalan. Saya khawatir kulit jadi hitam dan kusam  … weee.

Tapi tidak tahu berapa toko kusinggahi … tidak ada yang jual sunblock .. bahkan toko kosmetik di kampung tidak jual …. yang ada saya diherani oleh penjual tokonya … kenapa emang ??? … mungkin pikirnya ngapain wajah kayak begitu mesti ribet2 mau pakai sunblock …

jembatan terakhir, habis jembatan ini jalan habis ,,

Baru 10 meteran menyusuri jalan di pinggir sungai langsung ketemu jalanan berbatu batu runcing… welehhh.. gowes hati2 perlahan.. supaya ban tipis sepeda ini tidak bocor…. sebisa mungkin melipir kejalanan tanah.

jalan berbatu batu lepas dan runcing

Perjalanan sisa ini harus menyeberangi sungai Citarum dan kemudian lanjut ke arah pantai.
6 km-an menuju penyebrangan sungai Citarum … ehhh lebih dari 6 km deng .. soalnya dapat bonus 3 km-an karena tersasar … terlalu enjoy menikmati jalanan hancur ini, ketika lihat GPS baru ngeh … hehh .. terlewat jauh belokannya tadi.

Pokoknya jalanan diselang seling jalanan berbatu batu, jalanan tanah, jalanan cor semen, bahkan ada jalan yang di paving block ..tapi bergelombang berantakan .. membuat sepeda ajrut ajrutan ga karuan.. Resiko naik sepeda rigid ya begini.
Perjalanan umumnya melewati tambak atau tanah2 kosong.. juga ada perkampungan perkampungan .. tapi selama diperjalanan jarang ketemu motor .. apalagi sepeda .. kagak ada .. paling ketemu penduduk kampung yang heran .. “hei … ada yang olahraga sampai sini …”

kadang jalan jelek .. bagus .. hancur .. selang seling

Selang beberapa saat … sampailah kembali di jalan aspal. Berdasarkan panduan GPS tidak lama lagi akan sampai di penyebrangan sungai Citarum.

menyebrangi sungai Citarum untuk mobil motor dan pejalan kaki

Spot penyebrangan sungai Citarum ini bisa dilalui oleh mobil.. tidak pakai tunggu2an mesti penuh dulu baru berangkat.. asal ada penumpang .. langsung menyebrang. Tidak tahu mesti bayar berapa, saya bayar lima ribu diterima dengan ceria.

Selepas penyebrangan sampailah di jalan utama menuju pantai Tanjung Pakis, saya melipir kembali tidak melalui jalan utama tapi jalan jalanan kampung yang membelah hamparan tambak ikan .. jalanan tanah dan gersang. Ada sebaris pohon2 bakau… seperti hanya jadi pemanis saja karena bagian belakangnya blong.. tidak ada pepohonan.. membentang luas tambak ikan. Sebagaian tambak ikan mongering … mungkin karena musim kemarau, ada untung juga jalan kesini di musim kemarau … jalanan tanahnya jadi keras … kalau musim penghujan … butuh perjuangan ekstra … berjibaku dengan lumpur lumpur.

sebaris pohon bakau tersisa … dibelakangnya blong kosong .. hamparan tambak

membelah hamparan tambak mendekat ke pantai Tanjung Pakis

Jalanan ini akhirnya membawa ke desa nelayan. Desa yang padat dan perahu perahu berjajar ditepi sungai. Di depan sungai sudah terhampar luas laut Jawa. Akhirnya sanpai di pantai Tanjung Pakis, berhubung saya masuk pantai melalu jalan “belakang” maka tidak ada bayar2 karcis masuk… haha.. kabarnya sih untuk masuk pantai karcisnya sebesar Rp. 25.000 … bukan maksud saya mau ga bayar lho… #AlasanMulu

di ujung sungai sudah laut Jawa

Pantai Tanjung Pakis ini lebar … hamparan pasirnya cukup luas .. pasir berwarna hitam kecoklatan yang lembut .. khas pantai … Allhamdulillah akhirnya bisa juga bertamasya ke pantai berpasir .. meskipun tidak seperti pantai pantai yang di film .. tapi saya senang banget bisa sampai dan bermain disini.

disisi ini ada sebagian yang banyak sampahnya

Diarea pantai nelayan ini meskipun ada warung warung makan dan tempat bilas tapi bisa dikatakan sepi, area yang ramai adalah di sekitaran area akses pintu masuk utama selain banyak warung ikan bakar juga banyak penjual lainnya. Warung warungnya berjajar rapi dan bersih … tidak berkesan kumuh. Tinggal dipilih pilih saja kalau mau makan … saya sih cari tempat enak … nyaman rindang dan mulai deh buka perbekalan …

Beres rehat .. saya menjelajahi pantai ini … di area pantai nelayan .. meskipun sepi … tapi terlihat relatif banyak sampahnya mungkin terbawa dari arus laut, sedangkan di area ramai wisatawan .. bisa dikatakan bersih, jarang sampah … mungkin lebih rajin dibersihkan oleh penduduk dan warga sekitar untuk kenyamanan pengunjung.

Air lautnya berwarna kecoklatan … seperti air kena tanah … ya karena di bagian ujung pantainya adalah tanah … bukan pasir .. kenapa begitu ya … apakah ini karena abrasi ?? saya tidak tahu. Hari Sabtu menjelang siang belum begitu banyak wisatawan .. tapi sudah ada juga orang yang bermain main air di tepi pantai .. cuek cuek saja bermain di tepi pantai yang bertanah ini …. ya memang mesti begitu ya … enjoy aja … sudah jauh2 datang masa mau bersedih … dibawa hepi aja.

sebagian berpasir dan sebagian tanah … lembek

Disini juga ada bekas dermaga dari beton tapi telihat sudah rusak … tapi bagus juga sih untuk spot foto foto kalau mau selfie. Kalau mau menginap bisa juga … tersedia banyak penginapan disini … kabarnya mulai dari 100 ribu sampai di atas 500 ribu juga ada .. tinggal disesuaikan dengan bujet aja.

Pantai Tanjung Pakis bisa dijadikan pilihan jika ingin tamasya ke Pantai , jika naik kendaraan pribadi mobil / motor bisa melalui Karawang, Rengasdengklok, melewati area candi candi di Karawang (candi Jiwa, Blandongan, dll) dan terus sampai mentok ke pantai ini, meskipun sebagain jalannya tidak terlalu mulus … ya anggap saja sebagai dinamika petualangan … jika sudah di pantai ini … kita bisa bersenang senang … melupakan segenap problematika kehidupan dan rutinitas … dengan bermain main air … bermain main pasir … makan ikan bakar di tepi pantai .. menginap atau berburu sunrise

disekitar akses pintu utama banyak warung yang berjejer rapi dan bersih

Matahari semakin terik … sudah jam 11-an lebih …. sudah selesai kangen kangenannya dengan pantai … saatnya saya gowes balik lagi ke rumah, kembali menyusuri jalanan yang sama dan melakukan satu kali pit stop untuk makan … laper lagiii … sengatan garang sinar matahari menguras banyak energi … dan tiba di rumah jam 14.45 dengan selamat dan bahagia.

Lokasi Pantai Tanjung Pakis
Desa Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Koordinat googlemaps -5.972686, 107.129463


Sabtu 18 Agustus 2018

 

Iklan

5 thoughts on “Bertamasya ke pantai berpasir – Pantai Tanjung Pakis Karawang

  1. Nah ini pegowes yg tetap melindungi wajah dari garangnya sengatan mentari… balada sunblock
    Pantainya terlihat rapi bersih ya Kang. Kalau bermain air di bagian pantai tanah lembek kebayang mencokelatnya air laut nih.
    Terima kasih diajak piknik ke pantai berpasir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s