Bermain ke Pantai Bekasi — Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar

Satu lagi tempat di daerah pantai Bekasi yang dikembangkan menjadi tempat ekowisata mangrove di Pantai Mekar.

Ke pantai lagi kita… jadi anak pantai, jam 7.23 sudah di tikum bundaran Harapan Indah (HI) .. 2 orang sudah menunggu di Bundaran. Hahahihi sebentar lalu riding mengarah ke belakang HI, lewat Mutiara Gading City .. warung sepeda CBL… kring kring.. banyak goweser lagi nongkrong disana.

Disatu spot kita berbelok mau nyebrang sungai pakai perahu… eeeh… koq tidak ada … ya tidak ada lagi penyebrangan disini. Tanya bapak2 .. ” Lewat jembatan tadi di warung CBL atau naik perahu di sebelah sana… jauh.. ya sekitar 1/2 jam-an dari sini ”

Mikir2 dulu .. check di gps… kalau lewat jembatan kita balik lagi dan jadi berputar… kalau di terusin .. ya jauh.. tapi masih searah, ya sudah kita lanjut terus … jalanan menyusuri sungai CBL, jalan beton sebentar dan berubah jadi jalan tanah.. bisa dilalui mobil tapi dari bekas2 ban ditanah sih… sepertinya jarang dilewati. Gowes terus aja.. sampai ketemu bangunan besar seperti pabrik .. dan ada tulisan.. “hati2 kapal lewat” … ternyata ini adalah seperti pabrik kapal ukuran sedang .. galangan kapal. Tempatnya melosok begini ya.. dan sepi … masih produksi ga ..

jalan setapak menyusuri sungai CBL

Perjalanan dilanjutkan.. selepas pabrik ini jalanan berubah menjadi jalan tanah setapak.. dan lama2 semakin rimbun… semak dan ilalang.. untung gowes bertiga kalau ngga sudah dari tadi balik badan.. sepi begini jauh kemana mana.

Tak lama kemudian ketemu jalanan desa lagi.. dan ketemu lagi pabrik kapal … ooo .. makanya di pinggir warung CBL ada 2 kapal boat terdampar.. mungkin dari pabrik2 ini ya.

Sampai di perkampungan .. berarti penyebrangannya ada di sekitar sini … ya betul ada penyebrangan perahu. Nyebrang naik perahu.. bayar 2.000/orang.

Sebenarnya “perjuangannya” baru dimulai sekarang… kita akan melintasi area gersang tandus hampir tidak ada pepohonan melintasi area rawa rawa, tambak tambak dan area mangrove yang tersisa. Ini perjalanan “dejavu” .. sebelumnya pernah melintasi area ini ketika gowes ke pantai Muaragembong.

Melewati “api abadi” di area tambang gas milik Pertamina di daerah Pondok Tengah.. ajrut ajrutan di jalanan bebatuan campur tanah merah mengering… jika ada mobil lewat.. debu2 berterbangan. Untung sudah siap.. sudah pakai sunblock, kacamata hitam dan ditambah buff penutup muka, yang lupa bukan pakai helm batok… meskipun sudah pakai tutup kepala.. teriknya sinar matahari di musim kemarau .. bikin kepala cenut cenut pada saat pulang.

tipikal jalanan berkilo kilo meter gersang — campuran batu dan tanah

Setelah berkilo kilo meter.. kita melewati jembatan besi pertama … lanjut terus melintasi tambak tambak… seringnya kita ketemu mancingers yang naik motor.. wara wiri di jalanan tandus ini, jarang banget ketemu mobil, meskipun ada mobil lewat satu dua. Sampailah kita di area yang cukup rindang.. area hutan mangrove yang cukup lebat… berteduh sambil rehat sejenak… buka perbekalan dan nyemil nyemil.

melewati sedikit hutan mangrove mendekati muara Blacan

Lanjut lagi .. sampailah di muara Blacan.. area paling “ramai” disini. Disini adalah dermaga utama jika ingin mancing ke laut dan jika ingin pergi ke mesjid Al Alam Blacan dengan naik perahu. Banyak mobil dan motor2 parkir disini.

Melewati jembatan Blacan kita ketemu monyet yang langsung kabur .. jarang jarang ketemu “penduduk lokal” ini.

Setelah menempuh jalanan gersang ini… sampailah di desa Mekar .. jalanan berubah menjadi cor semen. Akses utama untuk menuju desa ini bukan melalui jalanan tambak tadi.

Jalan menyusuri sungai dengam diselang seling area tambak, pohon mangrove dan rumah2 penduduk.. dan jalanan masih tetap gersang. Dari bekas bekas guratan air di dinding.. terlihat jelas kalau musim hujan.. area ini biasa tergenang, mungkin luapan air dari sungai.

Makin keujung.. rumah penduduk makin padat, rumah para nelayan dan dipinggir sungai banyak perahu nelayan bersandar.

Jalanan menyecil.. tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda 4 dan tak lama kemudian sampailah di ujung jalanan ini.. area ekowisata hutan mangrove pantai Mekar.

Tidak ada tiket masuk… gratis… tidak ada wisatawan lain… hanya kita. Paling ada akamsi (anak kampung sini) yang lagi nongkrong berteduh.

Setelah kita jelajahi.. jembatan bambu ini ternyata pendek.. ada yang dibentuk seperti hati tapi hanya terlihat dari atas disebut Jembatan Asmara. Akhirnya kita rehat di semacam “teras” bambu di pinggir sungai… hanya om maryono yang angkat sepeda sampai sini.. yang lainnya .. maksudnya saya… tidak berani… kreot kreot bergoyang goyang .. mending sepeda ditinggal ditempat aman.

Duduk duduk diteras, meski panas tapi tidak terlalu berasa panas… mungkin karena sepoi2 angin laut 🙂

Buka lagi perbekalan .. asyik juga rehat disini .. menguyah makanan.. memandang jauh ke laut, melihat perahu nelayan yang wara wiri.. sepertinya ombak di laut jawa pesisir Bekasi tidak seperti di daerah pantai lain yang ombaknya sedang tingggi tinggi.

Ditengah muara ada pulau kecil, sepertinya ini dahulunya satu daratan yang menyatu … tapi karena hutan mangrove-nya di habisi jadi tambak2 ikan.. maka terjadi abrasi air laut… daratannya makin amblas. Makanya hutan2 mangrove di daerah sini butuh dilestarikan bahkan di perbanyak penanaman pohon2 bakau. Warga sekitar sudah semakin sadar pentingnya keberadaan hutan mangrove dan menanam mangrove bekerjasama dengan beberapa organisasi dan komunitas yang peduli. Dari pohon mangrove dapat diolah menjadi dodol, sirup, teh, dan kopi yang terbuat dari buah dan daun mangrove dan dapat dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh khas daerah sini.

jembatan Asmara di Ekowisata hutan Mangrove Pantai Mekar

Melihat kondisi ekowisata mangrove pantai Mekar yang baru di buka Desember 2017 sayang juga … sepertinya tidak berkelanjutan.. padahal tidak mudah prosesnya membuat yang seperti ini… dan memang benar juga kata orang bijak .. mengembangkan dan konsistensi jauh lebih susah.

Dengar2 sih sebelumnya ada organisasi yang ikut membantu pengembangan ekowisata pantai mekar ini .. ya semoga saja tetap semangat dan tetap berusaha membenahi dan mengembangkan ekowisata mangrove pantai Mekar.

Jam 11-an.. akhirnya kita beranjak pulang bersiap kembali berjibaku gowes melintasi kegersangan berhektar hektar tambak dengan level sengatan matahari siang bolong yang lebih panas … tapi asyik.. 🙂

Lokasi Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar.
Desa Pantai Mekar, Kec Muaragembong, Bekasi
Koordinat Googlemaps -6.024258, 106.995902


Minggu 29 Juli 2018

Iklan

4 thoughts on “Bermain ke Pantai Bekasi — Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s