Trip Gua Cikarae dan Explore Lulut Klapanunggal

Selama kluyuran di sekitar Cileungsi Citereup ada satu area yang belum pernah saya kunjungi dan bikin kepo …. bikin penasaran, yaitu daerah di bawah tebing batu gunung Klapanunggal. Dari kejauhan tebing batu yang memanjang terlihat megah dan gagah, area di bawahnya rimbun kehijauan oleh pepohonan. Disana terkenal banyak gua gua yang bertebaran di sekitar gunung kapur tersebut : gua keraton, gua gajah, gua cikarae, gua silandak dll. Orang menyebut daerah tersebut Lulut .. kayak nama orang ya..

Start jam 7 kurang dari rumah melalui jatiwaringin terus dan terus.. sampailah di Cibubur dan terus lagi sampai di daerah Citeureup. Jam 8.05 tiba di tikum minimarket. Sepi.. tidak ada orang di teras minimarket ini… bengong dulu sampai mati gaya …. jalan mondar mandir.. tak lama kemudian om Adi muncul… janjian jam 8.15.

Kata om Adi kalau mau ke Lulut dia tahu jalan potong kompas melalui area Semen Tiga Roda. “Ok ..” kita berangkat.. jreng jreng..

Belum pernah saya memasuki area2 ini.. kita mengarah ke area tambang kapur dan storage, jalan membelah bukit dan bekas2 bukit kapur yang sudah rata, jalannya lebar dan mulus cor beton.. karena untuk akses hilir mudik truk truk. Menanjak dan gersang .. hampir tidak ada pepohonan disisi sisinya.

tipikal sungai di Citeureup berbatu kapur .. unik … #JanganDiZoom

Disatu spot kita berbelok ke jalanan kecil menanjak melewati perkampungan dan terus sampai keluar lagi dari perkampungan. Berdasarkan info2 saya membuat ancer2 lokasi gua, ketika sampai di spot tersebut .. bingung.. dimana ya.. posisinya harusnya di sekitar sini. Ada dua bocah kampung yang lewat, bocah kampung tersebut malu malu menawarkan jasanya untuk menunjukkan gua, katanya sudah dekat.

Mengikuti kedua bocah, masuk ke jalan setapak di sisi bangunan SD, menurun ke bawah, tidak jauh.. sekitar 30 meteran sampailah di lokasi, guanya dibawah rimbun rumpun bambu. . Kata bocah ini namanya gua Cikarae. Saya kira gua Keraton.. info2 di internet disebutnya begitu.
Kalau gua2 lainnya termasuk gua Keraton agak jauh dari sini kata si kecil.

area di gua Cikarae, gua ada di bawah rumpun bambu

Guanya ditutup oleh seng, kalau mau masuk harus minta izin dulu sama pengurusnya. Biasanya suka ada rombongan mahasiswa, pakai infus.. sambil memperagakan di mukanya .. ooo mungkin maksudnya masker.

Slide4

pintu masuk gua ditutup, untuk masuk harus mengurus izin

Didalamnya ada macan dan ular yang terperangkap .. kata si bocah sambil melihat dari sela2 seng. Kalau ular sih mungkin iya .. masak sih ada macan di dalam.. dasar bocah. Terlihat lorong gua agak menurun kebawah. Kata si bocah.. gua ini panjang dan banyak cabang2nya di dalam.

Saya baru ngeh … si bocah satunya lagi duduk agak jauh dan tidak mau mendekat walau dipanggil… mungkin tipikalnya bocah satu ini agak penakut.

Berdasarkan info, gua Cikarae ini adalah jenis gua horizontal, didalam gua memiliki ketinggian yang beragam bisa dilalui berdiri sampai merayap. Terdapat aliran air sungai bawah tanah dan ada ikan spesies gua yang konon kabarnya hanya ada disini disebut ikan karae. Panjang gua +- 2 km jika susur gua maka akan keluar di lubang gua di sisi lain yang bentuknya vertical ke atas, dibutuhkan waktu +- 3 jam untuk susur gua ini. Gua Cikarae termasuk gua favorit, jika ingin susur gua maka diharuskan mengurus perizinan terlebih dahulu ke Sekretariat Linggih Alam yang berada di desa Leuwikaret.

suasana jalan di awal awal … di beton cor mulus dan rimbun pepohonan

Berpisah dengan dua bocah yang riang mendapatkan fee.. kita meneruskan perjalanan. Melewati perkampungan dan memasuki area kebon jati… rindang adem… jalanan sepi sunyi.. untung gowes berdua kesini.. tidak kesepian, jalanannya cor beton baru yang mulus … kenapa sepi sunyi ya… ??

Tidak sempat mikir lagi .. karena sibuk menanjak.. terus menanjak, beberapa tanjakannya sampai ban depannya terangkat angkat, untung jalanannya teduh rindang.

jalanan menanjak terus .. dan sepi

Disatu titik jalanan cor beton ini berakhir … jalanan berubah menjadi batu makadam.. akhirnya jadi sering tuntun dan dorong2 sepeda .. menanjak dan batu gede gede begini sulit digowes.

jalan berubah menjadi batu makadam dan terus menanjak

banyak batu kapur unik besar besar bertebaran di area Lulut

Berkali kali kita berhenti untuk istirahat sambil menenangkan napas yang tersengal sengal satu dua. Atau berhenti rehat sambil makan perbekalan .. makan cemilan cemilan.. Kadang kita berhenti mengagumi pemandangan. Memandangi lembah atau batu batu kapur besar yang unik berserakan di antara sela2 pepohonan.

Slide9

bentangan tebing batu Klapanunggal … megah dan gagah

Di satu titik kita berada dekat dengan sisi tebing kapur yang menjulang tinggi … megahnya dinding kapur ini. Kalau dikemas.. bisa jadi destinasi wisata keren.

Perjalanan gowes tuntun dorong sepeda ini terus berlanjut.. sesekali kita ketemu orang naik motor atau mobil pickup yang menggerung gerung melewati tanjakan .. bak mobilnya berisi ibu2 bawa barang belanjaan, mungkin dari pasar… mungkin ini sejenis angkutan pedesaan .. artinya di atas ada perkampungan. Selama perjalanan kanan kiri didominasi pohon pohon jati, jarang ada kebun .. meskipun ada areal kebun tapi tidak besar.

Akhirnya sampailah kita di perkampungan kecil di kaki gunung Klapanunggal, Desa Cioray. Kampung yang seperti terisolir didalam “hutan” .. di pertigaan kita dejavu .. ” heii … ini pernah kita lewatin ” bertahun tahun lalu, ketika jelajah “perjuangan” ke Situs Batu Tapak Pasir Awi. Kita cengengesan mengenang “ketololan dan kengeyelan” saya .. hmm masa masa indah.

Sudah cukup bernostagia.. kita lanjut, “Apa kita mau terus melewati batu tapak ? ” kata om Adi. ” Nggak… nanti kita ambil shortcut .. saya sudah buat rutenya di gps “

jalan shortcut menuju peradaban .. merah putih sebagai bukti masih di Indonesia 

Sebelum keluar desa ada belokan jalur kecil, bukan jalan mobil.. kita berbelok kesana. “Belum pernah saya lewat sini” kata om Adi.

Jalan setapak ini menurun terus ke bawah lembah berkelok kelok, kadang berbatu batu sedang.. batu batu besar.. batu batu lepas, bahkan kadang jalanan tanah .. Sebetulnya kalau pakai sepeda fullsus pasti enak … tinggal butuh skill dan nyali aja :).
Kalau kita sih.. kadang sepeda di naiki .. kadang di tuntun di spot spot yang terlalu berisiko.. cari aman saja… daripada nyungsep dan manyun.

Dari rimbunan pohon pohon berubah menjadi ilalang dan kebun2 penduduk. Di satu spot kita menemukan bangunan baru belum jadi.. seperti rumah peristirahatan… gile bangun rumah disini.. susah banget pastinya bawa material bangunan.. karena tidak ada jalan akses mobil. Rumah dengan view memandang ke lembah dan pesawahan.

Pesawahan dekat rumah ini agak ditata dan dibuat saung saung .. nongkrong dulu di saung sebentar. sambil memandangi lembah dibawah .. lalu lanjut lagi.

Lanjut lagi terus menurun. Melewati pesawahan dan sampailah di bawah lembah.. sungai dengan batu besar besar .. untung musim kemarau … airnya sedikit jadi gampang dilalui.

Dari sini kita mulai menanjak lagi… tapi landai .. enak di gowes .. apalagi jalanan tanah dan lebar.
melewati bangunan seperti musholla atau apa ya… in the middle of no where.. jauh kemana mana pokoknya.. buat siapa ya ini .. buat petanikah .. lalu melewati hamparan tanah merah datar yang luasss … bakal jadi apa ya .. seperti disiapkan untuk menjadi area bangunan ..

Melewati bukit kecil dan menurun kebawah… dejavu kembali … ” hei.. kita pernah lewat sini.. ” … ” Betulll… ” ini adalah jalur yang dulu pernah dilewati ketika ke curug Ciawi Tali… cengengesan kembali.. ingat nostalgia “perjuangan” ke curug tersebut.

Sampailah kita di peradaban.. pedesaan dengan banyak rumah rumah gedong. Kita ikuti jalan desa ini dan tiba di jalan Sukamakmur – Tajur.

Makan siang dulu di warung padang.. dan lanjut pulang dengan ceria sampai ke rumah.

Lokasi Gua Cikarae
Kampung Ciangin, desa Leuwikaret, Klapanunggal Bogor.
Koordinat Googlemaps -6.515081, 106.920898


Minggu 15 Juli 2018

 

Iklan

8 thoughts on “Trip Gua Cikarae dan Explore Lulut Klapanunggal

  1. Yang seru dari ngobrol sama bocah ya itu, aneh-aneh dan lucu, hahah pemandu yang polos.

    Gak kebayang rasa uwuwuwunya kalau sepedaan di jalan berbatu kayak gitu, ahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s