Berkelana ke 4 Batu Prasasti Bogor ; Prasasti Tapak Gajah, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Batu Dakon dan Prasasti Pasir Muara

Bogor termasuk daerah yang sudah dihuni sejak zaman dahulu, sejak zaman prasejarah dan zaman kerajaan .. terbukti dengan banyak ditemukan bukti bukti peninggalan bersejarah, salah satu daerah yang terdapat beberapa benda bersejarah adalah Ciaruteun yang dialiri sungai bahkan disana ada beberapa sungai yang bertemu menjadi satu. Sungai besar yang bersatu adalah sungai Cianten dan sungai Ciaruteun. Disana ada 4 batu prasasti.

Destinasi menarik untuk dikunjungi, sekali kayuh 4 tempat terkunjungi … yeayyy.

Tapi jauh juga dari tempatku.. tercatat 73 km di cyclocomp ketika sampai kesana ..
ngga apa2 namanya juga berkelana asik.

Gowes melewati cawang, pasar kramat jati, lalu masuk ke daerah militer Cijantung.. nongol2 di Depok, melewati margonda … Stasiun KA Citayam yang crowded… sepeda saja harus berjuang selap selip.

Di daerah Citayam mulai berbelok potong kompas ke jalan jalan kampung yang kecil… kadang jalanan tanah, aspal hancur, ada juga aspal mulus.. potong kompas ini malah jadi lambat.. daerahnya masih asri … rumah2 jarang, banyak kebun2 … kapan lagi lewat sini .. enjoy aja.

potong jalan di daerah Citayam melalui jalanan kampung

Lalu masuk perumahan Bilabong Permai … wah ngga nyangka ternyata disini ada satu bagian/section yang rumah2nya bergaya vila dengan halaman luas mungkin tanahnya 1.000 m2 bahkan kayaknya ada yg 3.000 m … luas banget … kerenn .. apalagi kontur tanahnya naik turun.

Gowesan muncul di jalan raya Bogor Jakarta, tapi hanya melintas sebentar dan belok keluar dari jalan raya … mengitari komplek batalyon Kopasus .. melewati perkebunan2 penduduk yang luas dan nongol nongol … tidak tahu daerahnya apa … pokoke selama perjalanan ini banyak sekali rolling naik turun … kebayang pulangnya .. ketika badan sudah letih dan capek nanti.

PRASASTI TAPAK GAJAH / PRASASTI KEBON KOPI 1
Akhirnya jam 11 kurang sampailah di destinasi pertama. Posisinya tepat di pinggir jalan.
Area komplek prasasti sudah ditata dengan baik dan terlihat sangat terawat. Sepi tidak ada orang disini. Lokasi batu ini tidak berubah ketika pada saat pertam kali ditemukan.

Dinamakan Tapak Gajah karena ada ukiran tapak gajahnya dan dinamakan kebon kopi 1 karena batu ini ditemukan ketika pembukaan lahan untuk dijadikan kebon kopi pada tahun 1863 di lahan milik Jonathan Rig, seorang tuan tanah pemilik perkebunan kopi.
Batu prasaasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara.Dan diyakini ukiran tapak kaki gajah merupakan tunggangan raja Purnawarman yang mirip Airawata. Dalam mitologi Hindu, Airawata merupakan tunggangan dewa perang dan penguasa petir, Batara Indra. Ini bisa ditafsirkan bahwa Raja Purnawarman penguasa Taruma memuja Dewa Indra sebagai dewa perang.
Kedua tapak mengapit tulisan Pallawa berpola metrum anustubh dalam bahasa Sansekerta yang bunyinya jayavis halsya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam. Makna dari tulisan itu adalah di sini tampak sepasang kaki gajah yang seperti airawata, gajah penguasa Taruma yang agung dan bijaksana.

Lokasi
Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor.
Koordinat Googlemaps -6.527721, 106.690306

PRASASTI CIARUTEUN
Lokasinya tidak jauh dari Prasasti Tapak Gajah, paling sekitar 200 m. Masuk ke gang kecil di antara sela sela rumah penduduk. Tidak ada papan petunjuk, jadi harus tanya akamsi (anak kampung sini).
Di lokasi kebetulan sedang ada kuncennya pak Atma atau biasa disebut pak Aat.

Beliau bercerita bahwa kerajaan Tarumanegara yang ada di Bogor ini berasal dari keturunan kerajaan India yang bermigrasi ke Indonesia, ke berbagai daerah di Indonesia. Ada yang ke Kalimantan dan menjadi kerajaan Kutai Kartanegara. Dan yang ke pulau Jawa, pertama kali bermukim di daerah Karawang di sisi sungai Citarum dan melanjutkan perjalanan hingga ke daerah Bogor.

Prasati Ciaruteun atau ada juga yang menyebut prasasti Ciampea merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara, posisi aslinya ada di sungai Ciaruteun diketemukan tahun 1863 oleh pemimpin Bataaviash Genootscap van Kunsten en Wetenscappen (saat ini Museum Nasional).
Saat ditemukan, prasasti ini berada dalam kondisi terbalik letak pahatan tulisannya menghadap ke tanah, batu telah bergeser akibat derasnya aliran sungai. Pada 1903, batu dipindahkan ke tempatnya semula. Dan tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Dept P&K berinisiatif memindahkan batu prasasti ini ke lokasi sekarang di daratan.
Menurut pak Atma, ada 2 replika batu prasati Ciaruteun, satu disimpan di museum Sri Baduga Bandung dan satu lagi ada di museum Gajah Jakarta.

Terdapat tulisan dalam bentuk seloka dengan beraksarakan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta yang artinya “Inilah (tanda) sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu (pemelihara) ialah telapak yang mulia sang Purnnawarmman, raja di negri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.

Pahatan telapak kaki pada Prasasti Ciaruteun Bogor melambangkan kekuasaan raja atas daerah dimana prasasti ditemukan.

Lokasi
Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor.
Koordinat Googlemaps -6.527737, 106.691223

PRASASTI BATU DAKON / PRASASTI KEBON KOPI 2
Batu Dakon ini terletak di belakang masjid Nurul Jannah. Di sebelah masjid terdapat gang kecil masuk sekitar 20 meteran. Posisinya ada di kuburan warga.

Prasasti Batu Dakon Bogor, disebut juga Prasasti Batu Congklak atau Prasasti Kebon Kopi 2.
Di area Prasasti Batu Dakon terdapat dua buah batu dakon, dan tiga buah menhir kecil. Tidak ada tulisan pada batu-batu itu. Batu dakon ini merupakan peninggalan kebudayaan megalitikum jauh sebelum pengaruh kebudayaan Hindu masuk ke wilayah Nusantara. Batu Dakon diperkirakan sebagai tempat meletakkan sesaji.

Lokasi
Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor.
Koordinat Googlemaps -6.526586, 106.690354

PRASASTI PASIR MUARA / PRASASTI MUARA CIANTEN

Jalan menuju Prasasti Pasir Muara

Lanjut mengarah ke jembatan Cianten, sebelum turunan ambil jalan lurus berbatu dan terus menurun kebawah melewati basecamp arum jeram Cianten… terus saja ikutin jalanan batu yang menurun dan sampailah di lahan yang cukup luas bisa untuk parkir mobil.

Ada jalan tanah setapak menurun kebawah sungai dan disanalah batu prasasti Pasir Muara berada di tepi sungai. Disebut muara karena posisi batu ini ada di pertemuan sungai Ciaruteun dan Cianten … seumur2 baru kali ini saya melihat 2 sungai besar yang bertemu.

Prasati ini kabarnya diketemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864. Terdapat tulisan dengan aksara ikal tapi tulisannya sulit terbaca. Dan saya tidak menemukan referensi yang baik tentang batu prasasti ini.

Lokasi
Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor.
Koordinat Googlemaps -6.523306, 106.691077

Sudah hampir jam 13 … perut audah kelaparan.. saatnya pulang sambil rehat cari makan.

Minggu 29 April 2018

 

Iklan

14 thoughts on “Berkelana ke 4 Batu Prasasti Bogor ; Prasasti Tapak Gajah, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Batu Dakon dan Prasasti Pasir Muara

  1. Padahal dekat ya jaraknya kalau naik kereta api pastinya plus mobil, bukan naik kereta angin..he.. he…
    udah niat pengen liat prasasti2 ini, belum kesampaian aja

  2. Hanupis Kang, empat batu prasasti Bogor yang bisa kami nikmati di artikel ini.
    Kagum dengan sangat jelasnya guratan huruf Palawa dan telapang sepasang kaki di prasasti batu ini.
    Salam sehat ya Kang, biar asyiik ngegowes dan menuliskannya di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s