Leuwi terdekat dan curug Tertinggi di Sentul – Leuwi Asih, curug Handeleum dan curug Kalimata

Sentul memang daerah sejuta curug, banyak banget curug di Sentul. Ada 2 curug yang selama ini hanya dilewati saja ketika jalan jalan gowes kesana. Memang curug ini kalah popular dari Leuwi Hejo dan Curug Putri Kencana. Penasaran juga dengan curug dan leuwi ini .. leuwi Asih dan curug Kalimata. Daripada kepikiran kayak mikirin negara .. mending saya piknik aja kesana.

jam 6 pagi kurang titik sudah berangkat. Long weekend ikut keramaian orang pergi piknik ..

Sepanjang perjalanan relatif sepi .. tidak padat, bahkan pesepedapun tidak ketemu banyak dijalan. Pada kemana orang2 …

Mengarah ke Babakan Madang Sentul… jalanan tidak rame, menanjak terus ke atas dan sampailah di destinasi pertama.

perjalanan di daerah Babakan Madang Sentul

Leuwi Asih dan Curug Handeleum
Nama Leuwi Asih di daerah sentul ada 2, satu yang di daerah Sentul bawah di area perumahan elit Permata Sentul. Dan satu lagi yang ini.. di daerah Babakan Madang.

Area Camping dan bermain air dekat parkiran motor

Jam 9-an sudah tiba dilokasi, dari jalan raya untuk menuju curug hanya sekitar 400 m, dekatlah. Bayar tiket masuk 10 ribu. Untuk mencapai area curug harus melewati gang2 perumahan penduduk, posisi curug ada di ujung kampung.

Motor sih bisa parkir di dekat curug. Di area curug ada warung2 dan saung2 yang disewakan.

Di dekat parkiran motor mengalir sungai yang airnya jernih tidak dalam, cocok untuk bermain air.

masih di sekitar parkiran motor, area untuk bermain air

Didekat sini ada area perkemahan. Dan jika ingin pergi ke gua Agung Garunggang bisa lanjut dari sini, trekking sekitar 1/2 jam, kata penduduk desa ketika ngobrol2 di warung.Untuk menuju leuwi Asih, bisa menyusuri sungai atau lewat jalan setapak, tidak jauh, paling 30 meteran.

Leuwi Asih, berhubung musim hujan airnya lumayan deras

Leuwi (kolam) Asih sepertinya cukup dalam, cocok untuk yang sudah bisa berenang. Lewat sedikit leuwi Asih dengan menyusuri tebing batu ada air terjun yang kecil dari sungai atau selokan menyatu ke sungai utama .. nah ini dia namanya curug Handeleum.

Curug Hamdeleum … tepat disebelah atas leuwi Asih

Penasaran dengan jalan setapak yang mengarah ke hulu, saya ikutin jalan ini dan akhirnya mentok di dam atau bendungan yang sebagian airnya di alirkan ke selokan kecil mungkin sebagai aliran air irigasi.

Menyusuri selokan air jernih ini menuju dam

Setelah diperhatikan di balik dam adalah aliran sungai yang di apit tebing batu, seperti ngarai dan ada lagi aliran air terjun yang landai. Tapi untuk menuju kesana harus mengarungi sungai. Sepertinya area itu belum dibuka untuk wisata… wah kayaknya seru bermain di ngarai itu .. mungkin suatu waktu nanti akan dibuka.D

Di bagian hulu dam, aliran sungai di apit tebing batu dan ada air terjun

terlihatkah .. air terjun dalam ngarai yang terhalang kelokan tebing batu 

Setelah rehat sejenak di warung, saya berangkat menuju destinasi ke dua.

Lokasi Curug Leuwi Asih
Kampung Wangun Landeuh Desa Karang Tengah, Kec Babakan Madang, Kab Bogor.
Koordinat Google maps -6.589091, 106.932141

Curug Kalimata
Dari leuwi Asih saya melanjutkan gowes menanjak, kurang lebih +- 1 km sampailah di akses masuk ke Curug Kalimata. Jalanan menanjak ke atas … dan ketemu penduduk disana …”Curug masih jauh pak” … “Berapa jauh ? ” balas saya …” hmm berapa ya .. pokoknya masih jauh deh pak ” … walahh .. apakah ini akan mengulang sukses cerita ke curug Sedong …

perjalanan awal selepas jalan aspal sebelum masuk lagi perkampungan

Perjalanan menanjak saya lanjutkan dan masuk ke area perkampungan … tanya2 beberapa kali penduduk disana … jawabannya “ masih jauh pak ” .. hmmm … jadi mikir nih ..
Ketika melewati perkampungan ada 2 anak kecil yang terus mengikuti. Saya tanya sama krucil yang ngintili ini “berapa lama untuk sampai ke curug ?” “kalau jalan cepat 15 menit, om .. mau saya anter ?” Ya sudah .. melihat wajah mereka yang berharap. Ternyata ini adalah keputusan yang sangat tepat … 2 anak kecil ini kelas 3 smp .. benar2 sangat membantu.

dua bocah kampung yang terus ngintili dan jadi guide serta teman perjalanan

Selepas perkampungan ada loket dan bayar 15 ribu. Mulai dari loket ini kita menyusuri lereng gunung dan sungai di dasar lembah, kita masuk ke area hutan .. tidak ada lagi perkampungan dan kebun2 penduduk. Jalanan menanjak .. dan terus menanjak dan menanjak … 2 krucil ini bahu membahu membantu mendorong sepeda di tanjakan. View-nya memang indah .. hijau hijau .. keren, tapi selama perjalanan saya sampai ke curug .. tidak ketemu orang sama sekali … sepi … kebayang kalau tadi saya sendiri kesini … selain bakalan lebih cape dorong2 sepeda … sepi sendiri di hutan …. takut digodain cewe kampung .. halahhh .. alesan … mugabe aja banyak gaya .. (muka ga beres) … #DasarPenakut.

perjalanan menyusuri tebing dan dibawah lembah adalah aliran sungai

Tidak tahu berapa kali saya berhenti .. ngatur napas .. ngos ngosan.

“Om kita berhenti dulu disini … ini leuwi Bungah (bahagia) “
Kita berhenti dulu sambil rehat, kata anak kecil dulu leuwi ini indah, tapi sejak kena longsor jadi kurang menarik.

Leuwi Bungah sebagai pit stop untuk menuju curug Kalimata

“dari sini berapa lama sampai curug ?” …”15 menit lagi om “ … hahhh …. sialan saya dikadalin bocah bocah … pengen tajitakk … gimana lagi sudah kepalang tanggung sampai sini ….

melewati beberapa jembatan dengan suasana alam yang keren

Perjalanan masih panjang … tidak tahu berapa tanjakan dan jembatan dilalui … sampailah di titik akhir parkiran motor di lahan yang kecil dan kosong tidak ada siapa2 disana. “Terus dari sini sudah dekat …?” “kita harus nanjak terus keatas naik tangga” … hiyyyy … saya lihat tulisan di parkiran disebutkan 10 menit lagi akan sampai ke curug …. gilee padahal dari tadi bilangnya 15 menit .. sekarang ditambah lagi 10 menit ..

mulai menanjak melalui tangga tangga

Benar … ternyata memang harus menaiki tangga tanah yang terjal … bertiga kita menggotong sepeda keatas … setiap beberapa tangga kita berhenti atur napas dan lanjut lagi. Sampailah di area datar … “sudah dekat nih ??” … “dua kali lagi naik tangga om “ …. aduwww makkk .. tulung deh …
Benar 2x kali lagi naik tangga terjal .. dan sampailah di curug-nya ….

ayo naik tangga terus

wow .. subhanallah … keren sekali .. terbayar sudah perjuangan untuk sampai kemari.
curugnya sangat tinggi berundak undak .. saya rasa ini adalah curug tertinggi di Sentul, jarak dari dasar ke puncak tebing mungkin lebih dari 50 meter.

curug Kalimata sangat tinggi .. mungkin tertinggi di Sentul


Udaranya sejuk … dikelilingi pepohonan. Airnya bener2 dingin .. segerrr
Pengen sih explore .. panjat tebing batu ini ke beberapa undakan curug di atasnya, tapi saya urungkan karena risky .. licin .. lebih baik bermain aman saja deh.

Tidak ada orang lain disini … hanya kita bertiga …
Rehat disini … menikmati alam … buka perbekalan .. snack dan minuman makan bersama sambil ngobrol ngobrol sama teman kecil ini .. krucil ini senang banget dapat kudapan orang kota .. kebayang kehidupan mereka di daerah pelosok ini.

Jam 12-an lebih .. akhirnya saya beranjak pulang.

Lokasi Curug Kalimata
Kampung Wangun Depok, Desa Karangtengah, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor
Koordinat Googlemaps -6.610096, 106.931139

Minggu 3 Desember 2017

Iklan

27 thoughts on “Leuwi terdekat dan curug Tertinggi di Sentul – Leuwi Asih, curug Handeleum dan curug Kalimata

  1. wah, saya kemarin ke curug leuwi hejo sampe kunci mobil nyemplung ke curug dan alarm key-nya ilang, tapi sepadanlah, jadi pengen kesini lagi dan eksplor lebih jauh ☺

  2. Baca postinganmu ini aja kerasa banget jauhnya mas hahaha.
    Tapi belakangan aku suka khawatir dengan pesatnya pembangunan di daerah Sentul, kalau gak ‘ditahan’ bisa jadi kapan-kapan kita kehilangan curug-curug dan lokasi yang asri ini.

  3. banyak banget curug di Sentul, belum satu pun yang didatangi ini udah ada lagi pilihan lainnya, jadi bingung he.. he..
    mana nggak pernah tracking pula

  4. Bener, Mas saya salut dgn destinasi-destinasi wisata yg unik yang disajikan disini.
    Saya pernah kerja didaerah sentul, saya cuma tahu babakan madang yg banyak jual sate kiloan disana. Sering juga kesana dg rekan2. Tapi ke curug? Ah belum pisan.

    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s