Taman Lapangan Banteng Makin Kekinian

Meskipun sudah ada sejak zaman Belanda tapi pamor Taman Lapangan Banteng kalah oleh taman taman muda yang baru yang lebih segar dan lebih cantik.

Supaya tidak ditinggalkan Lapangan Banteng berusaha mempersolek diri kalau perlu bahkan semenor mungkin sehingga tetap dilirik.

Bagaimana kondisinya… saya akan mengunjungi “si tua” ini, sekalian menjajal Simpang Susun Semanggi, belum pernah … maklum orang pinggiran. Kabarnya Simpang Susun ini di buat dengan teknologi tercanggih saat ini … sesuatu yang hebat tapi kabarnya bisa bikin nyasar juga, kepo dong … saya akan sekalian melintasi.

Jam 7 kurang saya sudah menanjak di Simpang Susun ini, ada orang orang maupun pesepeda yang bermain kesini meskipun tidak banyak. Titik spot yang teramai untuk selfie adalah pas di atas jalan tol dalam kota, banyak yang berhenti disini untuk selfie.

spot selfie favorit tepat di bawahnya melintas tol dalam kota

Saya lanjut mengarah ke bundaran HI dan jalanan makin ramai dan macet oleh penuhnya manusia, sepeda aja susah bergerak. Saya akhirnya keluar dari keramaian dunia ini. Angkat sepeda sebrangi separator busway 2 x dan masuk ke jalan Blora, melewati rumah2 megah elit, melewati taman Lawang dan muncul di jalan HOS Cokroaminoto. Mengikuti jalan hingga tembus Gambir dan tak lama kemudian … horeee…. sampailah di Taman Lapangan Banteng.

Jam 8 kurang, masih pagi … taman tergolong sepi, satu dua yang olah raga. Ada beberapa kelompok abg perempuan yg bermain, dan satu dua keluarga kecil yang bermain kesini.
Suasana taman tenang dan sejuk dinaungi pohon pohon tua yang tinggi dan rindang.

aneka spot menarik di Taman Lapangan Banteng

Berdasarkan sejarah Lapangan Banteng ini sudah berganti nama beberapa kali, pada zaman Belanda (1632) bernama Paviljoensveld atau Lapangan Paviljoen sesuai nama pemiliknya kemudian berubah menjadi nama Waterlooplein atau lapangan Waterloo dan karena ada tugu singa maka kadang disebut Lapangan Singa. Tugu Singa merupakan peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo yaitu pertempuran pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman melawan Napoleon. Namun tugu ini dirobohkan saat Indonesia diduduki Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, nama Lapangan Singa diganti dengan sebutan Lapangan Banteng. Selain pertimbangan nasionalisme, nama Lapangan Banteng dipakai juga dengan pertimbangan bahwa di kawasan ini dahulu banyak dijumpai satwa liar, seperti macan, kijang, dan banteng. Tapi ada versi yang menyatakan bahwa sejak zaman Belanda juga pernah disebut Buffelsfeld, yang berarti Lapangan Banteng karena ada kubangan kubangan besar penuh air bekas galian pembuatan batu bata yang sering menjadi tempat kerbau kerbau bermain. Seiring perjalanan tahun 70-an Lapangan Banteng ini pernah menjadi terminal bis dalam kota yang menuju ke Priok, Cililitan, Blok M dll. Kemudian terminal bis ditutup pada tahun 1985 dan kemudian menjadi taman kembali.

taman di hari minggu yang lengang

Sekarang Taman Lapangan Banteng yang memiliki luas 5,2 ha ini sedang bersolek supaya cantik dan menarik untuk dikunjungi warga.
Revitalisasi memang sedang berjalan tapi ada beberapa wahana yang sepertinya peninggalan acara Flona yang biasa diadakan di taman ini dan tetap dipertahankan ditempatnya karena asyik dan mengikuti trend kekinian, tempat kece untuk spot selfie. Rumah pohon… disini juga ada bahkan lebih dari satu rumah pohon. jembatan pohon juga ada, gerbang akar ada .. bahkan perahu kayu juga ada. Kita tidak perlu jauh ke daerah pegunungan untuk narsis di rumah pohon. Jika pengen narsis di perahu kayu, tidak perlu ke Pangalengan … jauh … cukup kesini aja …. hahaha … ehh KenapaMestiKetawa.

ikutin kekinian .. foto dulu sebelum ngopi

tanpa gadget, cukup bermain di taman anak2 ini sudah berbahagia

Rencananya nanti ada amphitheater untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan yang dilengkapi kolam juga tersedia foodcourt. Lapangan dan fasilitas olahraga akan diperbagus dan sudah pasti tamannya akan dipercantik.

Tempatnya nyaman, bersih dan aman jadi tempat asyik untuk berolahraga, pikinik, selfie2 atau sekedar bersantai bersama teman dan keluarga. Apalagi tempat parkir mobil di dalamnya cukup luas. Jika mobil ingin parkir di dalam masuk dari jalan Lapangan Banteng Barat, pintu masuknya ada di sisi lapangan olahraga.

Ayook kesini … kita menikmati area publik yang telah disediakan untuk kita.
Main2 sekalian piknik ditaman.

jalan pulang mencoba trotoar yang luas untuk pejalan kaki dan pesepeda di Kampung Melayu

Lokasi Taman Lapangan Banteng
Jl Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat
Koordinat googlemaps -6.171285, 106.835626


Minggu 17 September 2017

Iklan

22 thoughts on “Taman Lapangan Banteng Makin Kekinian

  1. Nggak bilang-bilang Mas kalau jalan ke Lapangan Banteng, kalau tahu kan kita bisa kopdar #ehtapisiapasayayakhaha. Saya nggak sempat-sempat datang ke Flona, padahal cuma selangkah banget dari kantor. Tapi ya begitulah, kadang kita tidak menghargai apa yang dekat. Carinya yang jauh-jauh, padahal yang dekat-dekat juga tidak kalah, kan.
    Lapangan Banteng lama-lama jadi bagian dalam hidup saya juga. Karena setiap hari dilihat terus. Sayang monumen-monumen lamanya sudah dirubuhkan. Memang kurang relevan bagi perjalanan bangsa, tapi sebagai monumen sejarah, bagus juga untuk sumber cerita.

  2. Suka banget foto simpang susun Semangi itu. Macam di luar negeri *lha, padahal banyak ya jalanan yang model begitu di Jakarta. Keinget juga Jakarta yang ada di video wonderful Indonesia yang menang baru-baru ini. Keren banget.

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas….

    Cukup prihatin dengan kehendak warga dalam beraktivitas dan melepaskan lelah adalah tanggungjawab pihak pemerintah. Warga yang sihat pasti negara juga jadi hebat. Menghargai setiap peninggalan yang pernah wujud adalah kebanggaan generasi yang bakal melihat sejarah lampau. Mudahan banyak yang dapat dimanfaatkan dari Taman Lapangan Banteng ini.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Walaikumsalam puan Fatimah,
      Allhamdulillah sekarang taman Banteng sedang di revitalisasi .. dibuat menjadi lebih cantik, mudah2-an nantinya tetap terawat dan terjaga. Menjadi area publik untuk bermain dan berinteraksi warga di area outdoor sekaligus meneruskan warisan dan sejarah taman ini yang sudah beberapa generasi.

      salam sehat bahagia dari Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s