Klayaban di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman

Siapa yang tahu Pelabuhan Nizam Zachman ?
tidak tahu ya ….
Kalau Muara Angke ?

 
Umumnya orang lebih tahu Muara Angke, padahal pelabuhan Nizam Zachman jauh lebih besar dari Muara Angke bahkan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia untuk pelabuhan perikanan. Posisi Muara Angke bisa dikatakan bertetanggaan sama Pelabuhan Nizam Zachman ini.

Muara Angke lebih dikenal karena pasar ikannya dan sekaligus pelabuhan transportasi rakyat untuk ke pulau luar di Jakarta sedangkan Pelabuhan Nizam Zachman adalah pelabuhan perikanan industri bukan untuk konsumen retail beli satuan seperti di Muara Angke.

Belum pernah saya ke tempat ini dan infomasi mengenai pelabuhan ini juga sangat minim, jadi ingin tahu seperti apa sih pelabuhan industri itu.
Menggelindinglah saya kesana di hari Minggu yang cerah tanpa di iringi burung2 yang bernyanyi, melalui Kampung Melayu dan lurus terus melalui jalan Gunung Sahari tiba di Mangga Dua dan sampailah di kota Tua jam 7.30-an. Suasana kota tua terlihat lebih bersih dan sedang banyak progress renovasi ehh .. revitalisasi, pokoknya sedang banyak gedung gedung yang diperbaiki, mudah2an kota tua ini akan tampil lebih cantik.

Berhenti sebentar di kota tua melihat lihat suasana dan lanjut lagi untuk menyelesaikan misi, tapi saya melipir dikit dulu ke Museum Bahari ingin melihat bagaimana kondisinya kini setelah bagian depan museum ini ditertibkan. Dulu di area depan Museum adalah pasar yang padat dan ramai, sekarang sudah menjadi tanah kosong dan jalanan sepi, kabarnya akan ditata sebagai bagian dari kawasan wisata.

Dari Museum Bahari Perjalanan tidak jauh lagi, sekitar 4 km-an. Tidak lama sampailah di gerbang masuk area Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman. Kendaraan bermotor harus bayar tiket masuk, sepeda sih .. sunggingkan senyum lambaikan tangan dan masuk gratis … petugas hanya terpaku terdiam dan memperhatikan saya … mungkin pikirnya .. “siapa sih ini … ngapain sepedaan disini … kayaknya kenal deh ..” .. eittss masa kenal .. saya mah apa atuh.

Jalanan di dalam area cukup lebar dan sepi, seperti masuk ke kawasan industri, banyak gedung dan bangunan besar seperti gundang atau pabrik. Tidak ada orang2 yang berolahraga sepedaan disini atau hanya lari2 pagi. Jalanan sepertinya sudah ditinggikan terlihat beberapa bangunan lama posisinya ada di bawah jalan dan kadang malah ada yang tergenang. Kabarnya kalau musim laut pasang jalananpun bisa tergenang air laut. Makanya tanggul2 di tepi laut sudah dan sedang ditinggikan.

Dahulu namanya adalah pelabuhan Muara Karang lalu berubah Muara Baru dan berubah lagi pada tahun 2004 menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman. Sejak tahun 80-an pelabuhan ini didesain menjadi pelabuhan industri dibantu oleh negara Jepang. Disini ada fasilitas pemprosesan ikan, cold storage, pabrik es, pelelangan ikan dan lain2 yang berkaitan dengan industri ikan laut. Luas area pelabuhan ini sekitar 100 ha yang bisa menampung ribuan kapal nelayan besar dan pelabuhan ini lebih berorientasi ekspor, 70% adalah tangkapan ikan tuna sehingga diklaim sebagai pelabuhan ikan tuna terbesar di Indonesia.

Berhubung dibangun pada tahun 80-an maka kondisi fasilitasnya bisa dikatakan ketinggalan jaman, sehingga pemerintah sekarang sedang merencanakan untuk merevitalisasi dan menjadikannya National Fisheries Centre.

Saya klayaban ke berbagai sudut di area pelabuhan ini, suasananya berbeda dengan pelabuhan Sunda Kelapa, selain karena disini lebih nuansa industrinya dan jenis2 kapalnyapun berbeda, karena di Sunda Kelapa bukan kapal nelayan tapi kapal2 yang mengangkut berbagai muatan non ikan. Kapal yang parkir disini besar besar, umumnya terbuat dari kayu dan ada juga dari fiberglass tapi tidak ada kapal nelayan yang berkesan wah seperti yang biasa dilihat di TV diluar negri.

Sampai di suatu tepi laut ada dermaga kecil dari beton seperti gang yang menjorok ke laut, saya menyusuri dermaga ini menuju ujungnya … takjub melihat dari dekat banyak sekali perahu nelayan ukuran besar besar parkir berdempetan berlapis lapis sangat rapat dan nempel satu sama lain … hmmm bagaimana keluarnya ya .. apa mesti satu satu dulu .. ihhh kebayang deh.

sisi seberang adalah pantai Mutiara yang bersih dan tertata

foto lama pelabuhan, kondisi saat ini ada tanggul2 baru dan perahu nelayan yang sangat padat

Menyusuri dermaga ini ke ujungnya .. langsung melihat kehidupan para nelayan, menyaksikan berbagai aktifitas yang sedang mereka lalukan ketika kapal sedang bersandar. Disisi ini banyak juga pemancing yang sedang berjejer. Suasana dermaga ini terlihat kumuh banyak sampah2 yang dikeluaran dari kapal dan teronggok di tepi dermaga dan sebagian mengotori laut. Memang sampah2 ini akan diangkut karena ada gerobak petugas kebersihan yang sedang membereskan tumpukan2 sampah tapi tetap saja membuat kurang nyaman.
Dari sisi tepi ini melihat kesebrang terlihat kontras … disisi ini terlihat kumuh dan disebrang adalah pantai Mutiara yang terlihat megah dan mewah dengan jejeran bangunan apartement Regatta.

di sisi pelabuhan yang menghadap ke pantai Mutiara

Berpindah ketepi pelabuhan bagian tengah … jalanan mobil tepat disebelah perahu yang bersandar, perahu2 parkir meskipun padat tapi terlihat lebih teratur. Suasana pelabuhan tidak ramai bisa dikatakan lengang mungkin karena hari Minggu orang2 pada libur.

Slide11

suasana pelabuhan di area tengah yang lebih bersih


Terus saya lanjutkan ke sisi tepi berikutnya, sisi yang memandang ke pantai Ancol. Disisi bagian ini tidak ada perahu besandar tapi di isi oleh para pemancing yang berjajar. Jadi sisi sisi luar pelabuhan adalah area mancing sedangkan bagian dalam adalah area parkir perahu2.

sisi pelabuhan yang memandang ke pantai Ancol

Kalau jadi direvitalisasi maka fasilitas2 perikananya akan lebih modern, lebih lengkap dan dengan penataan ulang pasti akan lebih teratur lebih bersih, mungkin bisa juga dikemas menjadi destinasi wisata. Melihat jejeran perahu2 nelayan dengan segala aktifitasnya adalah sesuatu yang beda bagi kebanyakan orang dan terlihat menarik. Saat ini sih seperti tidak ada yang sengaja jalan2 kesini, yang kesini memang punya kepentingan dengan binsis perikanan atau .. orang yang mau mancing.

Hampir semua sisi dan tepi saya jelahi .. hanya penasaran dan mumpung lagi ada disini saja. Ada satu spot yang asyik untuk nongkong dan memandang lepas kelaut walaupun tempatnya nyempil. Rehat sejenak disini sambil memperhatikan pemancing dikejauhan dan dermaga kayu, sepertinya ini bukan dermaga untuk nelayan tapi untuk kapal petugas di pelabuhan ini.Beres rehat .. saya berputar putar dulu di area bangunan2 industrinya dan kemudian dilanjutkan pulang dan tiba dirumah jam 11 kurang sedikit sesuai dengan harapan agar tidak terlalu siang, Jakarta lagi panas bangettt tidak mau lama lama main panas2-an … takut kulit kusam …#GoweserManja.

Nah sekarang … Nizam Zachman itu siapa ?
Cari di google juga ga ketemu, siapa beliau ini. Coba dech bantu cari tahu ..

Lokasi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman
Jalan Muara Baru Ujung, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara
Koordinat Google Maps -6.102450, 106.803327


Minggu 27 Agutus 2017

Iklan

26 thoughts on “Klayaban di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman

  1. Pelabuhan ini misterius kalau tak dijelaskan kalau ini tempat pendaratan ikan samudera skala besar.

    Ternyata pelabuhan ini sudah diincar/disurvey sama Jepang sejak 1973 untuk mendaratkan ikan tuna. Sebagaimana kita tahu orang Jepang memang doyan tuna. Perputaran uang di PPS Nizam Zachman pada 2011 tercatat mencapai Rp 8,5 triliun, tahun sekarang tentu sudah berlipat-lipat.

    Nah, nama Nizam Zachman ini juga misterius. Kenapa kementrian Kelautan dan Perikanan tak menjelaskan siapa itu Nizam Zachman?

    • mungkin karena scope-nya industri jadi masyarakat awam tidak mengenal pelabuhan ini.

      wah Jepang sudah lama banget ngincer dan lihat potensi lautan Indonesia, sayang kita terlalu lama tidur ya .. hehe, baru sekarang mulai bangun dan siap2.

      Nah ini Nizam Zachman … masih misterius .. kenapa tidak ada penjelasannya di internet ya ..

    • Tidak ngetop pelabuhan ini, tapi suasana berbeda banget dengan Sunda Kelapa atau Kali Adem .. disini sih lebih industri. Sekali kali main kesini mbak Dini, supaya lengkap main2 ke pelabuhan di Jakarta-nya .. hehe

  2. Kirain pelabuhan baru lho mz. Ternyata aku udah pernah main ke sini waktu mau ke Unrust. Memang agak nyempil sih tempatnya. Waktu itu pagi2 sampe nanya2 dianterin warga juga buat ke sini. Tapi, keadaannya sih (maaf) sama2 kotornya 😥

    • wah dulu dipakai juga jadi pelabuhan transportasi antar pulau … sejatinya inikan pelabuhan perikanan, Kalau sekarang kayaknya lebih tertib … saya tidak melihat orang2 yang berangkat (antar pulau) menggunakan pelabuhan ini.
      Problem kita dimana mana … susah tertb jaga kebersihan … 😦

  3. Saya cuma nemu ini mas

    Pada tahun 1968 terjadi suatu kasus dimana akibatnya mempunyai arti sejarah bagi Akademi Usaha Perikanan. Di Sumatera Utara terdapat satu perusahaan perikanan yang bekerja sama dengan Jepang dalam pengoperasian kapal penangkap, dimana terdapat beberapa alumni AUP yang bekerja bersama dengan tenaga-tenaga Jepang di atas kapal. Pada suatu hari terjadi sengketa antara awak kapal berbangsa Indonesia dengan awak kapal Jepang, yang akibatnya adalah tindakan indisiplinernya alumni-alumni AUP tersebut.

    Dengan adanya peristiwa tersebut, maka Nizam Zachman, selaku Direktur Jenderal Perikanan menginstruksikan kepada Direktur AUP untuk melaksanakan tugas-tugas antara lain :

    Memperbaiki kurikulum;
    Meningkatkan pembinaan mental disiplin;
    Merencanakan tempat pendidikan, anggaran, perlengkapan serta tenaga-tenaga pengajar;
    Menggantikan istilah “sarjana muda perikanan“ dengan Ahli Penangkap Ikan dan Ahli Pengolahan Ikan.

  4. Hatur nuhun pisan…’diboncengin gegowesan’ ke pelabuhan industri perikanan skala buesar…. postingan yang sangat membangakan semangat dan potensi kebaharian Nusantara. Salam bahari

    • pelabuhan ini memiliki potensi yg sangat besar baik dari bisnis perikanannya maupun jadi tempat wisata, bagus untuk mengenalkan bahari dan sekaligus menaikkan perekonomian bagi pihak2 yang terkait disana

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb……

    Kapal-kapal nelayannya mempunyai warna seragam ya, warna biru. Mungkin sebagai petunjuk bahawa itu kapal perikanan yang berlabuh di sana. Pemandangan di seberang juga cantik dengan bangunan moden yang tersegam indah. Sayang sekali ada yang membuang sampah di laut walau memang ada yang memungutnya. tetapi lebih elok adanya rasa tanggungjawab untuk tidak mencemarkan air laut dan pemandangan sekitarnya. Semoga kebersihan menjadi keutamaan.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • walaikumsalam wr wb puan Fatimah,
      sepertinya wana warni kapal itu menandakan sesuatu tapi saya tidak tahu maksudnya.
      Masalah kami memang masih sulit untuk disiplin menjaga kebersihan. Jika bersih terawat pelabuhan ini akan lebih menarik daripada area2 apartment yg ada disebrang.

      salam sehat bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s