Apakah Travelling menjamin Anda bahagia ?

Travelling membuat bahagia.
Bener ga sih …

Tapi travelling yang bagaimana ??

Orang yang travelling ke tempat2 eksotis yang lokasinya jauh, apalagi sudah menjadi dream destination, apakah bahagia ??? … harusnya sih bahagia ya .. kan mewujudkan impiannya.

Tidak setiap orang dapat bepergian ke tempat2 yang keren, tiap orang kemampuannya berbeda ; kemampuan finansial, waktu dan tenaga. Masalah klise … punya waktu tidak punya uang, punya uang tidak punya waktu atau tidak punya tenaga (tidak sehat), punya waktu punya tenaga tidak punya uang .. bulett aja.

Bisakah berbahagia jika hanya travelling ke tempat yang “biasa” ???

Sepertinya sih belum pasti bahagia … karena setiap orang berbeda beda standar kebahagiaannya.

Apakah jalan jalan ke sawah bisa membuat bahagia ???

Ya .. saya hanya akan travelling ke sawah .. letaknya juga tidak terlalu jauh dari rumah, gowes hanya 1 ½ jam-an, lokasinya ada di daerah Sukawangi Bekasi. Jalan jalan ini waktunya pendek hanya ½ harian kurang, jaraknya dekat, biayanya minim banget dan tempatnya … biasa .. bukan yang wah .. bukan yang eksotis bukan yang fancy … hanya … sawah.

Saya tergelitik terhadap topik travelling membuat bahagia setelah membaca artikel yang membahas hasil penelitian yang di buat oleh Dr. Jeroen Nawjin, pengajar senior bidang pariwisata di NHTV Breda University of Applied Science Belanda.

Penelitiannya memang membuktikan bahwa orang yang secara rutin melakukan travelling atau liburan merasa lebih bahagia daripada mereka yang tidak berlibur. Ya .. iyalah … tapi terdapat poin yang mencengangkan … mengagetkan, bahwa :

“ orang yang travelling atau berwisata itu merasa lebih bahagia
sebelum liburan tiba daripada setelah berlibur “

ingat .. kata kuncinya SEBELUM … maksudnya level kebahagiaan jauh lebih tinggi pada saat perencanaan dan persiapan menjelang pergi travelling daripada saat berlibur dan ketika sudah kembali dari travelling.

Ohh begitu ya … Jadi saat menyiapkan travelling ke tempat yang eksotis dan jauh … sensasi kita sangat bergemuruh .. mungkin ada sensasi ngeri ngeri sedap yang memicu dan mengaktifkan hormon bahagia … hormon serotonin, hormon endorfin, hormon dopamin dan hormon oksitosin. Lalu pada saat travelling menghadapi masalah atau ekspektasi tidak sesuai harapan mengakibatkan penurunan level dan pada saat setelah liburan … ehh … sudah mesti kerja lagi … sadar tabungan bekurang … apalagi jika travelling pakai ngutang… sudah pasti level kebahagian akan sangat menurun … hahaha. Itulah analisa cemen dan cetek saya.

Tapi meskipun begitu … tetap kondisinya BERBAHAGIA .. ingat itu.

Coba saya terapkan analisa tersebut pada kasus saya.
Kembali ke pertanyaan apakah jalan jalan ke sawah akan membuat bahagia???

Dua hari sebelum hari H saya sudah senang membayangkan akan pergi gowes sepeda ke sawah.
Malamnya sehari sebelum berangkat saat menyiapkan hal2 kecil untuk dibawa .. saya merasa excited .. padahal hanya akan pergi ke sawah doang.

Hari H berangkat jam 6.30-an, pada saat berangkat saya senang banget, dan ketika harus melewati jalanan padat berdebu lalu becek dan harus melewati tumpukan sampah menggunung yang baunya menyengat di area belakang perumahan Harapan Indah Bekasi, otomatis mengurangi rasa kebahagiaan .. tapi tetap senang .. tetep enjoy.

Gowes terus melewati kali CBL dan ketika sampai di area pesawahan yang membentang luas … susah menggambarkan perasaan .. pokoknya merasa sangat bersyukur bisa berada disini .. dan yang pasti bahagia bangettt. Melihat petani petani yang bekerja memanen sawah mereka, pemandangan yang jarang saya lihat. Berpapasan dengan warga lokal yang ramah .. tersenyum … langsung menularkan kebahagiaan kepada saya.

Berada di sawah saja .. membuat saya bahagia, me time … pikiran terlepas dari rutinitas yang kadang bikin jemu dan kadang juga bikin stress.

Menyusuri jalanan yang kanan kirinya sawah, keluar masuk kampung kecil yang sederhana, menuntun sepeda di galengan sawah … sesuatu yang berbeda dari keseharian saya … saya bahagia .. level bahagianya … hmm … menurut saya sih levelnya lebih bahagia daripada sebelum melakukan traveling.

Perjalanan pulang .. levelnya mulai menurun … dan ketika sampai dirumah …. hmmm … ya .. memang level kebahagiaanya makin menurun … kenapa ya … mungkin karena fokus pikiran sudah beralih … pada hal2 lain yang rutin dan sudah mulai terbayang kegiatan di hari senin … haha … mungkin itu kali ya menyebabkan level kebahagiaan menurun.

Bagaimanapun setiap orang ingin bahagia dunia akhirat.
Sumber bahagia di kehidupan dunia sudah pasti ada banyak, salah satunya dari aktifitas travelling. Permasalahannya standar kebahagiaan orang tidak sama mungkin karena kepribadian, karakter, lingkungan maupun background yang berbeda beda. Saya jalan jalan ke sawah merasa bahagia .. tapi belum tentu orang lain travelling ke sawah bahagia juga … Kenyataan hidup memang begitu ya …

Bahwasanya kebahagiaan adalah hak setiap wisatawan .. eh setiap orang, karena tidak ada manusia yang sempurna dan kadang secara tidak sadar kita terbawa fenomena “rumput tetangga lebih hijau” .. membuat kita menginginkan kebahagiaan orang lain yang diluar jangkauan kita.

Betul kata orang bijak … bahagia itu sangat mudah dan sederhana, selama kita mudah bersyukur maka kita akan berbahagia.

Tapi ternyata … untuk bersyukur saja ternyata tidak mudah ya … hanya mudah diucapkan dan dituliskan tapi tidak mudah dilaksanakan … hidup kita memang complicated, kita yang membuatnya complicated.

Saya mau belajar agar mudah bersyukur. Meskipun perjalanan kesana kayaknya masih panjang … Tidak apa apa, bagaimanapun perjalanan panjang dimulai dari langkah awal yang kecil.

Berusaha untuk memilih dan melihat sisi positif dari setiap kejadian … ternyata tidak semudah itu juga. Boro boro begitu … kejadian positif yang bermanfaat besar bagi orang banyakpun malah dilihat dari sisi negatifnya … kadang berprasangka …hadeuhhh … susahnya untuk berpikir positif dan susahnya hati ini untuk bersyukur.

Semoga saya selalu di ingatkan untuk mudah mensyukuri semua hal yang terjadi, sekecil dan sesulit apapun itu. Memilih untuk melihat sisi positif .. fokus pada hal positif … membangun perasaan senang .. membuat bahagia. Jika bahagia maka terhindar dari stress .. membuat kita hidup sehat .. bahagia lagi dan orang yang bahagia akan lebih produktif dan menghasilkan karya yang bagus.

Kemanapun tempat yang dituju ; jauh dan eksotis maupun dekat dan “biasa” selalu mensyukuri sebagai kenikmatan yang membuat bahagia.

Jadi kalau saat ini Anda tidak berbahagia
mungkin Anda kurang piknik … hahaha

Minggu 9 Juli 2017

Iklan

56 thoughts on “Apakah Travelling menjamin Anda bahagia ?

  1. Aku yang bikin gak bahagia saat naik gunung ya itu, badan pegel sama barang-barang kotor yang harus dibersihkan segera….ahahaha

    Bener juga sih kalau lagi masa persiapan itu rasanya bahagia, nyiapin alat, cari logistik, janjian sama temen…ahaha

    Itulah….masih harus tetap untuk selalu belajar bersyukur.

    Terima kasih atas tulisannya Mas 🙂

  2. aku sih agak2 mirip, selalu antusias saat menjelang hari H, menyiapkan ini itu dan sebagainya itu merupakan kerjaan yang sangat menarik. aku juga paling pergi ke sekitar kabupaten sendiri,malah seringnya di kab.sendiri, tapi makin ke sini, makin suka dengan hal2 yang brbau jadul, kolonial, biarpun seharian jalan kaki kepanasan tetap menyenangkan saja, kembali lagi bagaimana kita menyikapi kebahagiaan itu sendiri hehehe

  3. Waw! Artikel ini mengandung filosofi kebahagiaan tingkat tinggi Kang! 😀

    Apa yang dirimu kemukakan di sini selaras dengan alasan kenapa saya betah tinggal di Jogja dan nggak mau pulang ke Jakarta, hahaha. 😀

    Mungkin bagi warga Jogja, melihat sawah itu adalah sesuatu yang biasa. Tapi buat saya yang kecilnya di Jakarta malah terasa luar biasa. Terlebih lagi pas main ke sungai yang jernihnya bukan main. Di Jakarta mana ada sungai yang Kang, hehehe. 😀

    Dan bersepeda itu seringkali membuat sesuatu yang biasa jadi terasa luar biasa. Mungkin itu yang melipatgandakan efek luar biasa pas nyepeda di dekat rumah tiba-tiba ketemu sawah yang baru pertama kali tahu. Serasa menemukan harta karun yang bisa bikin kaya tujuh turunan, hahaha. 😀

    • bagi orang kota yg menyenangi aktifitas outdoor dan alam .. tinggal di Jogja bener2 serasa liburan terus di resort … hehe

      wah betul 100% mas Mawi.. efek bersepeda itu yg melipatgandakan kebahagiaan. Bersepeda aja sudah buat bahagia apa lagi sambil jalan2 ke alam… mantap poolll bahagianya 🙂

  4. halo om, salam kenal,,
    saya juga baru mulai gowes lg nih, setelah sekian lama sepedah teronggok dihalaman belakang, lagi googling rute sekitaran bekasi, eh nemu blog ni. Salut kang buat blognya mantabh! sangat informatif, insipiratif dan postif! bikin saya makin semangat gowes..
    Entah kenapa saya jg lagi merasakan kebahagiaan bersepedah. hehe kapan2 kita gowes bareng om, kebetulan saya tinggal didaerah jatibening..

  5. Halo salam kenal mas, tempat-tempat yang dkunjungi menarik semua ya jadi tambah banyak daftar tempat yg ingin saya tuju, biasanya mas dapet info dari mana? Saya pun sering lari atau pake kendaraan umum keliling sekitar tempat tinggal

  6. Iya, esensi menyiapkan traveling itu yang senengnya ampun-ampunan.
    Meski, pada dasarnya kebahagiaannya sama kok. Mau ketempat yang deket atau yang jauh, mau sepedahan, mau naik pesawat kelas bisnis. 🙂

  7. level bahagiaku malah lebih tinggi setelah pulang ketimbang berangkat. walaupun entar mesti mikirin cucian, uang dan masuk kantor. tapi rasanya plong karena rasa penasarannya sudah tertuntaskan. kalau pas mau berangkat rasanya nga ada bayangan walaupun sudah nyari2 info di google tapi ketika nyampe dan langsung merasakan suasana di tempat rasanya beda bangat hehehe…

    keren mas foto sawahnya……

    • wah mba Adel mantap .. grafik kebahagiaannya ketika liburan menaik, seharusnya memang begini .. ini yang ideal … tapi ternyata sebagian besar malah ngga bisa begini .. hehe
      memang permasalahannya di pikiran dan bagaimana kita bersyukur 🙂

  8. betul sih bahagia tiap orang itu beda..
    kadar kepuasannya pas perencanaan itu.., dan lega banget kalau yag direncanakan sesuai harapan ya..
    nggak bahagianya setelah lburan… masih kebayang2 sawah2 dan kebun2 hijau, langsung pengen jalan lagi

    • setelah pulang liburan jadi cepet2 lagi mikir mau kemana, searching2 dan bikin lagi rencana.
      kalau sudah pergi libruran dan membuat bahagia jadi ketagihan .. mau lagi dan lagi .. haha

  9. Aduh ini bagus euy tulisannya aku sukak!

    Perihal “sebelum liburan” adalah level tinggi dari bahagia melakukan travelling kayanya karena diawal ada rasa antusias juga ya kang. Nah “setelah liburan” walaupun level nya menurun tapi tetap bisa dikatakan bahagia, bener juga karena setau aku, perasaan (bahagia, sedih, kecewa, apapun perasaan itu) akan benar2 terasa kalau momentnya sudah terlewati.

    Setauku sih gitu hehehe. Sosoan ya komen ini hehe maapin.

    Lalu. Karena standar bahagia melakukan travelling satu orang dengan orang lain akan berbeda, maka, janganlah mencontek gaya hidup orang lain. Semampu kita saja, yang penting enjoy!

    Aduh gusti nu agung komennya panjang bener *nyengir*

    • setuju banget neng Fasya, kita juga yg bikin susah.
      Kata orang bijak sih tidak mensyukuri diri kita saat ini, kata urang sunda mah be yourself .. untuk bahagia hanya harus enjoy the moment.. so simply .. eh kita malah selalu ingin nyontek orang lain.. kondisi dan kemampuan yg tidak kita punya.
      #KumahaAtuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s