Curug tersembunyi di Gunung Klapanunggal Jonggol – Curug Cimapag

Gunung Klapanunggal yang membentang dari Cileungsi sampai Jonggol, letaknya tidak jauh dari Jakata. Selalu bikin penasaran … biasanyakan digunung pasti ada curug.

Tapi susah sekali mendapatkan informasi… dimana letak curug curugnya.

Berdasarkan info2 sih, didekat gua Ciwadon ada curug, curug Sedong namanya. Tuh .. kan ada satu tuh… ada lagi yang lain gak …

Segala tehnik, cara dan jurus2 simpanan dikeluarkam untuk mencari cari informasi.

Akhirnya didapat informasi bahwa ada lagi curug, ke atas lagi dari pemandian Sodong. Posisinya ada di hutan Klapanunggal dan berdasarkan jarak terdekat harus melewati hutan.

Melewati hutan… hmmm… kalau sendirian cari masalah… mending cari teman saja… kontak om Adi.

Janjian Tikum di Metland Cileungsi dengan om Adi. Sampai disana jam 7.30 kurang dikit. Ternyata ada om Dono juga yang kebetulan lewat sana mau ke sodong .. dan ada lagi Om2 lain yang akan gowes ke Sodong .. hmm .. koq ga ada Tante yang ikut ya …

Berangkatkah kita ke sodong, melewati perkebunan sawit cileungsi dan akhirnya sampailah di pemandian Sodong.
Rehat sambil makan mie di warung, para pengunjung semakin banyak berdatangan. Keluarga dan rombongan2 ..pemandian mata air sodong akan semakin penuh.

Waktu semakin siang.. kelamaan rehat dan ngobrol2, akhirnya kita lanjutkan perjalanan.. ada lagi yg ikut, om maryono.
Berempatlah kita berangkatt.

Gowes nyantai.. disatu titik kita berbelok, masuk jalan berbatu dan langsung menanjak. Ternyata.. dari mulai titik ini.. bisa dikatakan 95% ttb plus plus … tuntun, dorong2 .. dan angkat2 sepeda, sepanjang 4 km lebih …

ayo doronggg … tipikal jalanan berbatu dan menanjak

Selain jalanan batu kapur besar2 … juga melewati banyak kubangan2 lumpur.. 90% jalanan menanjak. Meskipun ada sedikit turunan.. tidak gowesable … kalau bukan batu2 besar .. jalanan tanah yang licin.
Intinya … nanjak sepeda di dorong2 .. turunan sepeda dituntun2.

truk terjebak di kubangan

Diperjalanan ketemu, truk angkut kayu terbenam dilumpur… stuck tidak bisa maju. Kenek dan supirnya sudah putus asa, kebingungan dan cape.

kita juga cape lelah .. tidak tahu berapa kali beristirahat, napas sudah satu dua satu dua, tenaga terkuras habis.

kadang melewati pepohonan yang rimbun dan lebat

Sepatu sampai jebol solnya.. lemnya lepas.. karena beberapa kali injak kubangan lumpur. Solnya menganga .. membuat susah berjalan, saya ikat cable ties. Lama2 solnya bener2 terlepas.. akhirnya saya buka… ehh sol satunya lagi ikut2-an menganga sampai ujung belakang … saya buka juga. Sepatu ini sudah mengabdi lebih 3 tahunan, mungkin sudah waktunya..

sepatu sampai jebol

Untung kita berempat ditengah hutan yang sunyi sepi.. saling menyemangati.. saling canda.
meskipun air kita semua hampir habis .. om dono bahkan sudah habis. Kita ngirit2 minumnya.

ada sedikit area yang gowesable dan mendatar 🙂 di area hutan pinus

tanjakan ini sebenarnya curam .. lihat saja cara dorongnya

“Sudah deket koq… ”
“Sebentar lagi”

sudah mendekati puncak .. Cileungsi terlihat di kejauhan

Kata2 yang sering diucapkan… sebagai penyemangat, agar tidak drop.

“nanti di depan ada kampung kecil, kita sudah dekat”
ucapan penyemangat.. mungkin ada warung untuk beli air.

Setelah berjuang keras.. sampailah kita di kampung kecil, horeee ada warung… kita minum2 sepuasmya sambil mengaso memulihkan tenaga.

Tanya pemilik warung… “curugnya sudah dekat” … asyikk. Katanya nama curugnya Cimapag.

Puas rehat, lanjut dan hanya sekitar 500 meteran untuk sampai curug.

Jalan ke curug ini terlihat baru dibuka dan tangga kebawahnya baru dibenahi. Sepertinya dikelola warga sebagai tempat wisata, tapi karena kurang promosi dan penunjuk arah jadi hampir tidak ada yang datang sepertinya.
Tidak ada yang jaga pula, ngapain juga dijagain.. kalau ga ada yang datang.

kembali gotong2 sepeda untuk sampai ke bawah, ke sisi curug.
tidak ada orang lain, hanya kita berempat.

curugnya tidak terlali tinggi, paling 3 meteran. Tidak dalam dan warna airnya kecoklatan karena bagian dasar curug ini tanah bukan batu2.

Naik ke atas curug, ada lagi kolam air dan curug super mini.

curug mini di atas curug Cimapag

Udara di curug ini adem dan seger. Semilir anginnya membuat mengantuk.
Kita hanya duduk2 rehat sambil ngobrol2.

Akhirnya kita beranjak pulang.
Rute pulang dipilih rute yang enak, bukan terpendek, memutar tapi lebih cepat, karena melewati jalanan yg kondisinya lebih bagus. Batu makadam dan jalanan aspal.

perjalanan pulang dari curug

lihat om … indah pemandangannya .. foto dong.               Tempatnya bagus untuk buat menara foto kekinian disini

akses jalan dari Citra Indah jauh lebih bersahabat

Pulangnya kita melewati goa Ciwadon, dan masuk lewat belakang komplek Citra Indah. Di ujung belakang perumahan yang sedang dibangun dan sudah mengambil sebagian sawah2 berundak yang dijadikan perumahan.

eksis di area goa Ciwadon

Perjalanan pulang ini jauh .. jauh lebih cepat. Jadi jika ingin berkunjung ke curug Cimapag, lebih baik melalui Citra Indah atau melalui pasar Jonggol.

pesawahan berundak di atas perumahan Citra Indah Jonggol

perluasan area perumahan Citra Indah sampai ke area kaki gunung Klapanunggal

Lokasi Curug Cimapag
Desa Cibodas, Jonggol, Bogor
Koordinat Googlemaps -6.516477, 107.003415


Minggu 30 April 2017

Iklan

34 thoughts on “Curug tersembunyi di Gunung Klapanunggal Jonggol – Curug Cimapag

  1. Salut deh dengan gaya bersapedahannya. Selaluuu aja nemu obyek seru yang menarik untuk diceritakan. Btw, itu pemandian Sodong, kaya sungai di pinggir jalan aja mas. Tapi selalu ramai ya?

    • Pemandian Sodong sebenarnya kolam, airnya langsung dari mata air, jernih dan segar.
      Kalau weekend sekarang sih jadi ramai, kalau dulu sih tidak begitu ramai.
      Kalo dibenahin .. bisa deh dibuat seperti umbul ponggok .. 😀

  2. Kang itu jalurnya kayaknya lebih tepat buat teman-teman downhill hahahhaha.
    Salut dah kalau pake sepeda MTB ato malah yang sepeda touring, abis capek-capek panggul sepeda langsung ngopi di curug hahahahaha. Aku sudah lama nggak sepedaan 😦

    • Betul mas Sitam .. seharusnya di buat wisata track sepeda downhill atau AM aja ya .. daripada sepi terlantar begini .. ide bagus tuh.
      Ayo sepedaan lagi mas Sitam ,.. kasian sepedanya dianggurin 🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb….

    Sungguh mencabar sekali perjalanan menceri curug tersembunyi itu. kalau bukan calang-calang semangat mendaki dan menurun curam, pasti tidak ada yang ingin untuk sampai ke sana. Ternyata sukarnya jalan yang menjadi laluan walaupun tidak jauh jaraknya, tidak hairan curug tersebut kurang ditanggapi sebagai lokasi wisata menarik. hanya yang sudah sampai mampu berkata benar melalui pengalaman yang dijelajahinya. Salut dan 4 jempol buat mas dan teman2. Semoga terus bersapedahan untuk menceritakan pengalaman yang membakar semangat untuk beriadah seperti ini.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Walaikumsalam wr wb puan Fatimah,

      tempatnya kurang promosi .. jadi sepi, padahal banyak spot potensial di daerah sini kalau dibenahi akan menarik banyak wisatawan, apalagi desa ini sudah mengklaim sebagai desa wisata … mudah2-an bisa terus diperbaiki dan mengundang banyak turis datang kesini.

      salam sehat bahagia dari Jakarta

  4. Perpaduan genjot, dorong bahkan pikul sepeda ya Kang dalam seni gowes ini. Tak hanya PPPK termasuk juga darurat sol mangap, set peralatan komplit. Trim sepatu gowes…

  5. Perjalanan yang menenyangkan, sejauh apapun kalau senang mah tetap senang ya, Mas. Apalagi kalau ke curug gini. Perjalanan segitu mah anggap aja proses menuju indahnya kesegaran di curug..he

    Lebih asik lagi memang banyak temannya ya, Mas.
    Semenjak sepedaku hilang diambil orang, aku sedih belum bisa bersepeda ke daerah-daerah yang seperti ini. Sekarang ada fixie yang dititipkan teman untuk di rawat, tapi takut kalau dibawa ke tempat gitu, takut pecah bannya..he

    • kalau hobi sih … perjalanan susah begini tetap enjoy dan hepi2 aja .. hehe

      kalo pakai ban tipis dan slick seperti yang biasa fixie pakai sih … bakalan bocor bannya kalau ke track berbatu begini.
      pakai fixie adventure di kota2 aja .. banyak juga tempat2 seru

  6. ini judulnya nuntun sepeda, nyangking sepeda, dan nuntun lagi, yah biarpun curugnya tidak bagus2 amat tapi kebersamaannya dan olahraganya didapatkan,stress pun hilang…tinggal pegel2nya hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s