Klayapan di kota bersejarah Rengasdengklok

Plan A pergi bersama teman teman yang sudah lama tidak gowes barengan.
Sudah dipersiapkan secara komprehensif gowes barengan sejak satu hari sebelumnya .. all set.
Tapi aromanya bakalan gatot … gagal totalitas ..

Ya betul … paginya gatot …
berhubung tampilan sudah paripurna begini
pokoknya … sekali layar terbentang … satu dua pulau terlampui
hmmm … kayaknya .. ada yang salah dengan quote itu
sudahlah …

Beralih ke Plan B.

Plan B apa … ?? pikir dulu …
Mengobati kekecewaan .. harus .. semangka .. semangat kaka ..
kayakya ke tempat yang berhubungan dengan perjuangan cocok deh.
In the last minute saya putuskan pergi ke Rengasdengklok .. yeayyy

Menyusuri kalimalang lagi, melewati Bekasi kota, Cikarang Utara dan mulai masuk jalan tanah menyusuri sisi jalan sungai irigasi, suasana berbeda .. bener bener berasa di kampung. Walaupun kondisi air sungai irigasi tidak sebersih jaman dulu bahkan bisa dikatakan kotor … tapi penduduk disini tetap mencuci pakaiannya di air sungai ini bahkan ada wc terapungnya juga 🙂

memasuki jalanan setapak

kolam dengan wc tradisional

Sejauh mata memandang.. hanyalah sawah. Ditengah hamparan luas ini… jadi merasa sangat kecil, kagum dengan berkah yang Maha Kuasa dan kerja keras petani. Sekarang sedang masuk musim panen, sebagian sawah sudah dipanen dan sebagian lagi sedang dipanen.

Disini selain pesawahan, juga ada beberapa peternakan ayam skala besar, berada di pesawahan yang cukup jauh ke pemukiman penduduk.

jalan membelah pesawahan

Perjalanan serasa membelah sawah.. tidak tahu berapa kayuhan berputar, sampailah kembali di jalanan desa yang ada perumahan penduduk di sisi jalan dan pesawahan dibagian belakang rumah2nya.

Bendung Caringin
Disatu spot … koq ada bendungan… tergoda untuk melipir dan melihat lihat. Arus airnya lumayan besar, maklum masih musim hujan. Tertulis di prasasti namanya Bendung Caringin. Spotnya asyik untuk bersantai ditepi kali. Saya kluyuran kesana sini sedangkan para mancingers tetap khusyuk memancing .. mengacuhkan eksistensi saya, ya sudah saya melanjutkan perjalanan lagi.

Lokasi Bendung Caringin
Sukamakmur, Sukakarya, Bekasi,
Koordinat Google Maps -6.195838, 107.213857

Tipikal jalanan di sini adalah kanan kiri pesawahan. Tak lama sampai disisi sungai Citarum … wah sudah dekat tujuan. Disatu titik saya berbelok ke tempat penyebrangan.

Menunggu di tepi sungai Citarum yang airnya sedang melimpah, bersama motor2, orang bahkan mobil yang akan menyebrang. Ya di titik penyebrangan ini juga sebagai tempat mobil menyebrang. Kalau saya sih ngeri … mobil menyebrang naik perahu begini. Tapi mereka sudah terbiasa … nyantai2 aja tuh. Kalau ingin coba sensasi mobil menyebrang naik perahu .. kayak berpetualang didaerah pelosok .. kesini aja, ayo cobain ..

orang, motor, mobil menyebrangi sungai Citarum

Pemotor dikenakan tarif 3 ribu, sepeda 2 ribu, tidak tahu kalau mobil berapa…
Paling butuh 3 menitan untuk menyebrang sampai sisi sebrang dan sudah berada di Rengasdengklok. Kota kecil yang memiliki sejarah dan peranan penting dalam persiapan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Dari penyebrangan ini hanya sekitar 1 km-an kurang untuk sampai ke target pertama.

Monumen Kebulatan Tekad
Monumen Kebulatan Tekad ini dahulunya adalah markas PETA (Pembela Tanah Air).
Relief di dinding monument menggambarkan penyerahan tentara Jepang kepada sekutu dan ilustrasi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok dimulai ketika pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. sehingga Indonesia berada dalam keadaan kosong kekuasaan, artinya, pada saat itu tidak ada satupun pemerintahan yang berkuasa di Indonesia. Jepang menyerah kepada sekutu, sedangkan pihak Sekutu sebagai pemenang perang belum sempat menggantikan kedudukan Jepang di Indonesia.

Terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan muda mengenai penetapan dan proses kemerdekaan. Para pemuda Indonesia menginginkan kemerdekaan secepatnya, sedangkan Bung Karno menghendaki keputusan proklamasi kemerdekaan di bahas dalam rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Akhirnya pada tanggal 16 Agustus 1945 jam 04.00 WIB terjadi “penculikan” Soekarno – Hatta beserta Fatmawati dan Guntur (ketika itu masih bayi) oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok yang merupakan markas garnisun PETA. Terjadi dialog seru di Rengasdengklok, dimana Bung Karno tetap pada pendiriannya tidak mau melangkah sendiri sebelum membicarakannya dalam rapat PPKI.

Ahmad Subarjo datang ke Rengasdengklok dan berhasil menyakini para pemuda bahwa Proklamasi akan dilakukan keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945 dan memberikan jaminan nyawanya sebagai garansi. Akhirnya Syudanco Subeno komandan kompi tentara Peta di Rengasdengklok bersedia melepaskan Soekarno – Hatta kembali ke Jakarta.

Pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945, rombongan tiba di Jakarta dan menuju rumah Laksamana Maeda (kepala perwakilan AL Jepang di Jakarta), jalan Imam Bonjol No.1 Jakarta. Malam itu juga segera diadakan musyawarah untuk membahas persiapan proklamasi kemerdekaan. Kemudian di ruang makan rumah Laksamana Maeda, disusunlah naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 hari Jumat jam 10 pagi di tempat kediaman Ir.Sukarno di jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta di bacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Lokasi Monument Kebulatan Tekad
Jl Raya Tugu Proklamasi, Kampung Bojong Tugu, Rengasdengklok, Karawang.
Koordinat Google Maps -6.157039, 107.288949

Tugu Proklamasi Rengasdengklok
Tugu ini posisinya sekitar 300 meteran dari Monumen Kebulatan Tekad. Berada dalam suatu lapangan yang sangat luas.
Pada saat saya tiba, ada para abg dan remaja dari komunitas yang cinta dan peduli terhadap situs sejarah Rengasdengklok sedang membersihkan dan mengecat ulang karena kotor debu dan juga ulah tangan jahil yang mencoret coret. Berbincang sejenak dengan salah seorang dari mereka yang ternyata mereka melalukan ini dari dana swadaya sendiri tanpa bantuan dari pemerintah … keren.

Tugu ini dibangun untuk mengenang peran kota Rengasdengklok dalam proses proklamasi dan kemerdekaan RI.

Lokasi Tugu Proklamasi Rengasdengklok
Jl Alun Alun, Kampung Bojong Tugu, Rengasdengklok, Karawang.
Koordinat Google Maps -6.157921, 107.289803

Rumah “Penculikan” Soekarno – Hatta
Rumah ini letaknya dekat sekali dengan Monumen Kebulatan Tekad, paling sekitar 100 meteran. Jalan di depan rumah hanya bisa dilalui oleh satu mobil.

Pada saat “diculik” ke Rengasdengklok, Soekarno – Hatta ditempatkan di rumah Djiaw Kie Siong, karena lokasinya berdekatan dengan markas PETA.
Dahulu lokasi rumah ini ada di pinggir sungai Citarum, tapi karena abrasi sungai, maka tahun 1957 dipindahkan ke lokasi saat ini.

Bangunan ini terawat dengan baik di bagian ruang tamu masih asli termasuk lantai berwarna terakota. Dua kamar yang sempat digunakan Sukarno dan Hatta juga masih dipertahankan bentuk aslinya. Ranjang tua dari kayu jati masih ada di kamar yang sempat digunakan Bung Hatta untuk beristirahat. Tetapi ranjang di kamar istirahat Bung Karno adalah replikanya karena yang asli telah dibawa ke museum di Bandung.

Lokasi Rumah “penculikan” Rengasdengklok
Kampung Bojong Tugu, Rengasdengklok, Karawang.
Koordinat Google Maps -6.156195, 107.290416

Sorabi Hijau Rengasdengklok
Tak afdol jika sudah di Rengasdengklok tidak makan sorabi hijau khas daerah ini.
Salah satu yang terkenal adalah sorabi Hijau pak Kasim, kebetulan letaknya tidak jauh dari Rumah “Penculikan”.

Mumpung lapar, goweslah saya kesana. Tempatnya cukup ramai dan banyak yang pesan untuk dibawa pergi.
“mau yang biasa atau durian… ?” saya pilih yang biasa, Rp 2.500 perbuah, saya pesan 3.

Sambil rehat dan makan sorabi, banyak pengunjung keluarga yang datang dan pergi. Rata2 yang datang kesini berkelompok, yang datang sendiri umumnya pesan untuk dibawa pergi.

Didekat rumah saya di Jakarta kebetulan ada penjual sorabi hijau Rengasdengklok. Bedanya disini kuahnya lebih kental dan serabinya agak liat.
Soal rasa… menurut saya sih tergantung selera… meskipun bagi saya lebih suka yang dekat rumah… tapi nyatanya sorabi pak Kasim yang menyatakan tidak buka cabang dimana mana ini banyak peminatnya, artinya rasanya oke banget dong.

Lokasi Sorabi Hijau Pak Kasim Rengasdengklok
Jl. Perintis Kemerdekaan No.33 Rengasdengklok, Karawang
Koordinat Google Maps -6.157588, 107.296154

Hari semakin siang dan sinar matahari makin menyengat. Jam 11 kurang, saatnya saya beranjak pulang. Pulang kembali menyusuri jalanan saya pergi dengan diiringi panasnya sinar matahari.
Meskipun panas tapi perjalanannya sangat menyenangkan dan berkesan. Melihat jejak jejak penting lahirnya kemerkedakaan Republik Indonesia.

Minggu 23 April 2017

Iklan

36 thoughts on “Klayapan di kota bersejarah Rengasdengklok

  1. surabi Rengasdengklok sudah sering coba, tapi belum pernah di tempat asalnya..
    udah niat mau ke sini waktu cari2 candi Blandongan dan nemu petunjuk arahnya…
    sudah baca tulisan ini makin pengen datang ke situs ini

  2. itu GPS kan Mas yang nempel di stang sepeda?
    buat ambil point apa line Mas?

    aku kira yang bawah itu embed google map, sudah aku geser-geser eh ternyata image,,,ahaha

    Dulu ya suka kadang gitu Mas, naik sepeda gak tau kemana kemudian ngetracking jalurnya pakai app di android, lumayanlah buat arsip sepedaan aja yang sampai sekarang masih arsip…ahahha

    • betul yang di stang GPS, saya pake untuk buat track/route untuk sampai ke titik destinasi.
      Pakai GPS outdoor supaya lebih reliable di perjalanan tidak tergantung sinyal HP, karena pakai sinyal satelit.

      hampir semua target destinasi gowes, saya buat dulu routenya .. mau ke arah mana dulu muter muternya 😀 .. lalu di masukkan ke GPS untuk memandu sesuai rute yang saya buat.

  3. Assalamu’alaikum wr.wb….

    Apabila melihat perjalanan ini melalui foto-foto yang ditampilkan juga tulisan yang digores, banyak sekali pengajaran yang diperolehi terutama melihat cara kehidupan masyarakat yang selalu tabah menghadapi kehidupan. Saya yakin, kita rasa bersyukur kerana tidak selelah mereka mengharungi hidup. Saya sangat suka pemandangan sawah yang luas terbentang kerana mengingati masa kecil saya yang selalu bermain di sawah seperti itu dulu.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Waalaikumsalam wr wb puan Fatimah

      Suka malu kalau kita gampang berkeluh kesah … tidak ada apa2nya di bandingkan mereka.
      Lupa mensyukuri apa yang kita punya.

      Sawah juga mengingatkan masa kecil saya .. ternyata kita sama2 suka bermain disawah .. haha

      Salam sehat bahagia dari Jakarta

  4. Rengasdengklok saksi memadukan semangat bergelora dengan kesiapan hukum ya Kang, selalu membuat merinding pembaca tentang upaya perjuangan kemerdekaan.
    Duh surabi hijau terlihat legit gurih…maknyus pastinya.

    • kejadian runut proklamasi, malah saya baru tahu setelah cari2 referensi tentang Rengasdengklok ini 🙂
      Sorabinya mesti dicoba … unik, khas daerah sini … kebanyakan orang2 suka sorabi ini

  5. Saya percaya lidah akang, kayanya sorabi deket rumahnya lebih enak. Kalau sorabi “liat” banyak tepungnya ya gak sih? *sotau* hahaha

    Kang, “liat” bahasa sunda kan? Bahasa indonya apa yaaa 😛 😛 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s