Memandang Bandung di beranda Warung Sitinggil

warung-sitinggil

Ingin kulineran di tempat yang keren.
Menikmati pemandangan lembah dan merasakan semilir angin.
Di tempat yang unik, homey dan inspiring.
Makan sehabis cape cape-an sepedahan pasti lebih nikmat.
Apalagi ditambah seruput kopi hangat.

Itu yang terbayang bayang
dan mumpung di Bandung … satu tempat yang terbayang
Warung Sitinggil
dari dulu saya pengen kesini … tapi belum kejadian.

Hari ini saya akan kesana, karena posisinya masih ada di awal awal daerah Dago Giri, supaya lebih nikmat makannya … maksudnya supaya lebih lapar … saya gowes dulu kearah Maribaya.

slide3

gerbang masuk Dago Dream Park

Gowes lewat Dago Giri, menanjak dan melewati tempat wisata baru di Bandung .. Dago Dream Park, masih pagi masih sepi … melewati Resto Lawangwangi .. dan melewati belokan ke warung Sitinggil .. tunggu ya .. nanti saya kesana.

Tanjakan Dago Giri atau biasa disebut Dago Bengkok 1 menuju Maribaya ini memang cocok untuk bakar kalori … tanjakannya bikin lapar … tidak banyak pesepeda yang bermain kesini … hanya sedikit … tanjakan tanjakannya bikin keder, apalagi di tanjakan terakhir yang melewati sisi tebing gunung batu … adalah tanjakan tercuram … mobil yang bawa penumpang banyak aja harus mengambil ancang ancang dari bawah … jika sampai berhenti .. bisa berabe .. untung sekarang jalanannya sudah diperlebar.

Selepas sisi gunung batu yang merupakan bagian dari patahan Lembang, jalanan menurun dan terus menurun sampai ke dasar lembahnya yaitu Maribaya, tempat wisata lama yang sekarang tampil dipercantik .. dibuat lebih keren dan berkelas serta banyak fasilitas2 baru … namanya aja sekarang lebih lengkap .. Maribaya Natural Hot Spring and Resort .. otomatis biaya masuknya jadi lebih mahal … hehehe ..

slide4

menurun menuju Maribaya

Mobil2 yang berdatangan kesini belum banyak .. tapi yang heran lebih banyak mobil2 plat luar kota yang yang hanya lewat doang .. orang lokal menunjukkan arah “The Lodge .. 5 km lagi ..”
The Lodge memang menjadi tujuan wisata baru yang asyik dan keren, kalau mau glamping (glamour camping) juga bisa disana. Saya belum pernah kesana …. saya sekarang laper .. tapi kepo .. mumpung sudah disini saya lanjutkan gowes kesana … otomatis dari lembah Maribaya ini saya harus menanjak mengarah ke The Lodge … melewati sisi tebing dan jurang yang rimbun dan adem … serasa ada di daerah mana gitu … serasa masuk hutan.

Dari jalanan sisi tebing ini terlihat Tebing Keraton diseberang lembah berdiri tegak menjulang dengan gagahnya.
Setelah melewati jalanan di sisi tebing akhirnya sampai di desa Cibodas … disinilah letak The Lodge. Di sepanjang perjalanan tadi beberapa mobil2 luar kota melewati saya.
Sampailah saya di The Lodge .. dan ya ampunnn … mobil2 antri panjang ….
Tadinya saya mau masuk … melihat kondisi yang rame begini .. ga asyik ahhh .. terlalu rame, padahal masih pagi nih .. jam 9 kurang tapi sudah serame ini.

Balik badan … kembali ke target semula .. makan di Sitinggil … sudah laper .. nanjak mulu.
Kembali ke jalanan di sisi tebing rimbun .. lebih enjoy karena jalanan menurun .. menikmati udara segar dan pepohonan besar yang hijau2. Istirahat sebentar mengagumi lembah dan Tebing Keraton. Orang2 terlihat berkerumun kecil di atas puncak tebing. Dilihat dari bawah sini .. sangat tinggi .. dan ngeri .. takut jatuh apalagi terlihat ada yang di ujung2 tebingnya, mungkin biar tampil di foto terlihat stunning ..

slide6

Memandang Tebing Keraton di seberang lembah hijau

slide5

kerumunan manusia di Tebing Keraton, ada seorang yang nekat nongkrong di ujung tebing

slide7

Suasana jalanan dari Maribaya menuju The Lodge di desa Cibodas

Ketika lanjut gowes menurun .. bertemu dengan sekelompok pegowes sedang berhenti di satu belokan yang mengarah ke atas tebing. Dari dulu saya penasaran .. ada apa sih ke atas sana. Mereka adalah pegowes dari Ujung Berung dan akan mengunjungi rumah temannya yang ada di daerah puncak Eurad … ya namanya begitu .. unik ya .. kalau diteruskan katanya bisa tembus Cikole Lembang bahkan sampai Ciater Subang.

Melihat tanjakan terjal yang berbelok belok curam .. wehhh ini mah gile bener tanjakannya … miring benerr … bikin jiper … sayakan lagi laper … tapi kepo … mereka mengajak untuk barengan main ke rumah temannya disana. Saya sih hanya pengen tahu … hanya ingin sampai ke puncak tebing ini saja. “Ada apa sih disana … ?” “Ya hanya ada kebun2 penduduk aja om … kebon tomat “

slide8

Twisting kedua yang asyik menuju puncak Eurad

slide11

Twisting pertama saat menanjak ke puncak Eurad

slide9

Hamparan perkebunan tomat di puncak Eurad

Dimulai lagi perjuangan … menanjak lagi .. menanjak curam .. belokan2 tajam curam ini seru … ehh .. tambah bikin laper. Dengan tertatih tatih .. akhirnya sampai juga di puncak tebing. Woww … sepanjang mata memandang terlihat hamparan kebon tomat, kalau beli tomat disini pasti murah dong …

slide10

saat menurun dari puncak Eurad

Setelah ngobrol2 … dan sebagian dari mereka meminta izin ke petani untuk makan tomat gratis … saya pamit untuk ke misi saya semula .. Sitinggil … lebih tepatnya makan.

Setelah menuruni tebing dan sampai di lembah Maribaya dan menanjak lagi .. nanjak lagi .. ya nanjak … kan lagi laperr … ya gimana atuh .. pokoknya nanjak sampai ke sisi gunung batu dan akhirnya menurun curam dengan riang gembira.

Sampailah di jalan gang masuk Warung Sitinggil. Dibelokan ini memang dipasang petunjuk warung Sitinggil .. tapi tidak eye catching .. bisa terlewat. Tidak jauh sih … masuk .. melewati garasi rumah orang dulu … ya garasi … terus aja masuk dan mentok di pekarangan rumah.

slide15

Sepi … ternyata sekarang bukanya dari jam 12, dulu sih jam 10 … weleh welehhh … sekarang jam 10-an … sudah laper niyyy … kalau sekarang juru masaknya belum datang … hmmmm
Ya .. akhirnya saya hanya lihat lihat saja ….

slide12

lesehan santai sambil memandang Bandung di kejauhan

slide13

hotel baru di Dago Atas yang menjulang tinggi

Kerennn …. suasananya bener2 homey … seperti yang saya impikan .. pengen punya rumah seperti ini … di atas bukit … desainnya natural .. sederhana, tidak megah, humble dan menyatu dengan alam … dengan view beranda belakang rumah memandang lepas ke lembah yang membentang … woww … amazing.

Tidak banyak tempat duduk untuk yang berkunjung makan disini .. settingan lebih ke rumah tinggal saja. Memang sebenarya tempat ini didesain sebagai rumah tinggal. Sang pemilik rumah ingin membangun rumah yang memiliki harmoni dengan alam tapi dengan budget terbatas, maka menggunakan jasa arsitek muda terkenal Yu Sing, yang memiliki karakter lebih menerapkan kearifan lokal pada hunian yang di desainnya. Dan suka menggunakan bahan material yang ada atau bisa dikatakan “bekas”. Karya desain2 rumahnya saya suka banget … tipikal rumah yang saya mau .. hehehe.slide14

Rumah inipun di desain berdasarkan konsep tersebut dan berusaha meminimalisasi kerusakan alam akibat proyek pembangunan dan memaksimalkan potensi alam – pemandangan, angin, dll, yang ada di sekitarnya serta menerapkan prinsip rumah tumbuh yang dapat dikembangkan nantinya jika dana sudah tesedia. Makanya rumah ini banyak menerapkan bahan bambu dipadukan dengan kayu bekas dan bahkan kacanya juga kayaknya dari kaca bekas juga serta space kosong untuk pengembangan rumah nantinya.

Setelah jadi, rumah ini banyak dikunjungi terutama oleh rombongan mahasiswa arsitekur … akhirnya ya udah … sekalian aja dijadikan warung …slide16

Menu yang disajikan lebih didominasi makanan tradisional dan harganya juga tidak mahal .. ekonomislah. Disini juga tersedia buku2 bacaan untuk nyantai sambil baca2, juga bisa explore ke bawah lembahnya .. menjelajah kebun2 penduduk bahkan kalau mau bisa sampai masuk ke area pepohonan yang cukup lebat yang ada di area lembah.

Makan dan duduk santai berleha leha disini pasti asyik sekali … menikmati pemandangan dan semilir angin sejuk khas Dago Atas Bandung. Apalagi dikala senja … menikmati semburat matahari terbenam pasti menakjubkan.

Dulu nama warungnya Itempoeti sesuai nama pemiliknya, kemudian diganti menjadi Sitinggil yang memiliki arti bangunan terbuka yang lantainya tinggi.slide17

Karena warungnya belum buka, pemiliknya lagi bebenah … jadi ga enak kluyuran kluyuran disana … emang saya cowo apaan …. dan juga saya kelaparan … padahal untuk sampai sini sudah pakai jalan memutar mutar dahulu … nanjak nanjak … makin lapar berat … yah tapi belum bisa makan di warung Sitinggil. Memang kenyataan kadang tidak sesuai harapan …
Next time saya mesti ke warung Sitinggil … menyantap makanan tradisional sekaligus menikmati keindahan lembah Dago Giri.


Lokasi Warung Sitinggil
Jalan Dago Giri No 90 Mekar Wangi, Bandung Utara Jawa Barat
Koordinat google maps -6.847793, 107.628102

Minggu 29 Januari 2017

Iklan

37 thoughts on “Memandang Bandung di beranda Warung Sitinggil

  1. Warung Sitinggil bangunannya keren banget ya Mas. Aku suka tuh model-model bangunan begitu. Bisa menyatu sama alam, AC-nya juga AC alam.
    Ngomong-ngomong, salut dengan kemampuannya melalap tanjakan demi tanjakan begitu …

  2. Dulu kalau nunggu kuliah sore tapi males didaerah kampus, aku suka ke Stinggil kaaaang. Soalnya makananya murah2 terus bisa sambil gogoleran juga, enaklah pokoknya hahaha. Cuma ya itu, kalau lagi penuh mau gamau harus pergi lagi karena bingung disitu nunggu nya dimana hahaha.

    • wah Sitinggil ternyata daerah “jajahan-nya” neng Fasya .. hehehe
      tempat duduk/lesehannya sedikit, mungkin kalau ditambah space-nya malah merusak suasana kali ya .. biar nanti dibuatkan reservasi online 😀

  3. impian gw juga tuh om bisa punya rumah di atas bukit, desainnya natural, sederhana, tidak megah, humble dan menyatu dengan alam dengan view beranda belakang rumah memandang lepas ke lembah yang membentang, aish tpi disini gak ada perbukitan jdi dikubur dalem2 deh impiannya.. hihihi

  4. Ya ampun itu jauh bangat mas, hikss kamu mah keren dech mas bisa gowes sejauh itu. Dan nyampe sana nga kesampaian makan hikss hiksss.. Aku yang baca sedih. Semoga besok kesampaian makan di sitinggil yach. Tapi aku juga penasaran ama tempat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s