Mencari secuil sejarah Cibarusah Bekasi – Rel Kereta Dogong

slide3

konon… pada zaman dahulu .. zaman penjajahan Belanda di daerah Cibarusah Bekasi ada rel kereta.
kereta bukang sembarang kereta tapi kereta dogong.

kereta dogong ???

apaan.. .. bingung kan…

menuntaskan kebingungan, saya pergi kesana, melakukan ekspedisi pencarian sisa sisa rel dogong.

Untuk mencapai kesana, saya blusukan ke area pelosok bekasi, melalui daerah2 yang pernah saya lalui dan daerah2 yang belum pernah saya lalui… daerah2 pelosok bekasi yang baru pertama saya lihat.

slide1

daerah pelosok bekasi suasananya masih pedesaan… pesawahan., kebun2 … pepohonan dan rumah2 tipikal desa. di kota punya punya halaman luas… wong sugih… di desa… orang biasa saja… orang yang hidup sederhana.

memasuki daerah Serang Baru, suasana berbeda, disini banyak sekali pabrik2 tradisional pembuat batu bata. dampaknya…. banyak lubang2 besar yang akhirnya menjadi kolam bahkan menjadi danau yang besar. otomatis disini banyak sekali danau2 buatan… bisa dikatakan daerah seribu danau.

slide4

danau bekas penambangan bata merah

slide15

pabrik2 bata merah

lanjut lagi klayapannya.. dan … sebentar lagi akan melalui daerah “malam” di pelosok bekasi, saya suka heran …. koq di tengah2 daerah pesawahan dan danau2 .. ada komplek cafe2 dangdut dan karaoke2. di pagi hari begini komplek sepi … tapi ada wece2 pakaian “irit bahan” yang sudah bangun dan nongkrong di depan cafe. ya inilah realita yang terjadi.

slide14

dan perjalanan memasuki daerah yang belum pernah saya lalui… saya merasa excited
.. masih daerah perkampungan. saya melalui danau yang cukup besar … apakah ini juga dulunya bekas galian tambang batu bata … tapi disini ada pintu2 airnya, danau ini digunakan untuk irigasi pertanian. tertulis Situ Ceper … koq ceper … apakah penemu situ ini orang ceper…

slide11

slide13

slide12

situ-ceper

banyak danau bekas penambangan bata

tak lama kemudian … tibalah saya di daerah Cibarusah. Mulailah area pencarian … Kluyuran ke beberapa daerah yang berdasarkan cerita ada rel kereta dogong . Kesana kemari .. blusukan .. tapi tidak diketemukan fakta pasti … hanya kira2 .. menduga duga … apakah ini jalanan bekas rel kereta.

slide6

berdasarkan estmasi jalur dari Cibarusah ke Pojok Salak Jonggol, mungkinkah ini bekas jalur rel kereta dogong

slide7

apakah ini juga bekas jalur kereta

Berdasarkan sejarah, pada tahun 1937 tuan tanah Belanda membangun rel kereta untuk transpotasi pengiriman hasil bumi, kereta berukuran 2 x 2 dan didorong oleh orang tidak menggunakan mesin.

track-dogong-ka

Stasiun pertama kereta dogong berada di Pojok Salak Kecamatan Jonggol Bogor, katanya sekarang menjadi gedung PT Pupuk Kujang. Stasiun kedua berada di Cibarusah, sekarang menjadi pasar Cibarusah. Dan stasiun ketiga kereta dogong sebagai stasiun terakhir berada di Lemahabang yang sekarang BAPELKES.

Pernah beberapa tahun kereta dogong tidak dipergunakan dan kemudian pada tahun 1946 diaktifkan kembali oleh Tentara Republik Indonesia dibawah pimpinan Komandan Resimen V Letnan Kolonel Moeffreni Moe’min dengan menggunakan lokomotif sehingga bisa mengangkut banyak tentara.

eks-dogong-ka

Seiring dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan perumahan, industri, pesawahan dan lain sebagainya … sisa2 rel kereta dogong sudah menghilang, besi2 maupun kayu2-nya .. kemungkinan hanya tersisa bekas pematang sawah yang cukup lebar di beberapa lokasi di wilayah Jonggol.

Jadi … ekspedisi saya ke Cibarusah tidak menemukan secara pasti sisa2 rel kereta Dogong.
Masih misteri bagi saya. Apakah mesti ada ekspedisi selanjutnya … pencarian berikutnya …

Tapi saya tetap happy … bisa jalan jalan ketempat tempat2 baru, melihat suasana dan kondisi yang berbeda. Bekasi bagi saya masih sangat luas untuk di jelajahi masih banyak tempat yang belum tereksplore.

Melihat area pesawahan Bekasi, menikmati area Bekasi yang banyak kolam2 atau danau2 kecil .. dan melihat situ yang bernama situ Ceper. Yang ternyata dahulu pernah terjadi konflik karena di daerah situ ini di pergunakan sebagai penambangan pasir dan di protes oleh warga sekitar. Dan sekarang saya tidak meihat adanya penambangan pasir di area ini.

Lokasi situ Ceper
Kampung Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi
Koordinat google maps -6.395711, 107.085738

Minggu 27 November 2016

Iklan

22 thoughts on “Mencari secuil sejarah Cibarusah Bekasi – Rel Kereta Dogong

  1. Kereta dogong itu kereta apa sih Mas? Menarik sekali, tumben banget saya baca soal kereta dogong (atau memang bacaan saya kurang variatif kali ya, hehe). Sayang sekali jika sekarang ini bekasnya pun sudah tidak ada. Tapi ini membuktikan kalau transportasi di masa lampau memang sudah demikian maju ya, daerah yang hari ini kita sebut sangat pelosok saja dulu ternyata pernah ada kereta melintas di sana. Jelas demikian karena Bekasi tidak seberapa jauh dari Batavia, jika dibandingkan dengan Semarang atau Surabaya, tentu.

  2. Warisan sejarah satu-satu menghilang karena dihilangkan. Padahal menurut saya kereta dogong ini menarik. Saya juga khawatir jangan-jangan suatu saat rel kereta api bergigi yang ada dari Padang Panjang sampai Kayu Tanam Pariaman bisa juga hilang. Kalau gak ada yang peduli bisa kejadian, 😦

    Lio alias tempat pembuatan genting atau batu bata secara tradisional itu banyak juga terdapat di Cikarang. Dulu tahun 90-an masih banyak tuh lio dan lobang bekas galian tanah untuk batu bata sebelah kiri kanan jalan tol setelah kawasan mm2100 Cibitung.

    • susah membangkitkan kepedulian sama sejarah, jangan sampai pada saat ada yang peduli .. tinggal sisa2 bahkan .. sudah tidak ada lagi bekasnya 😦
      Apalagi rel kereta bergigi yang ada di Padang .. selain bersejarah juga benar2 unik … mudah2-an masyarakat sekitar dan pemerintahnya peduli terhadap rel bersejarah ini.

      Iya mas Alris … di daerah sini – bekasi sd cikarang – tanahnya cocok mungkin untuk bahan batu bata. Ya betul tahun 90-an masih banyak pembuat bata merah di area ini, jadi nostalgia 🙂 … sekarang sudah tidak ada lagi … berubah jadi pemukiman atau kawasan industri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s