Selain Taman Pandang Istana … ada apa di Monas ???

slide1

Kata orang “ Monas sekarang sudah jauh lebih bersih, teratur dan sangat nyaman ”

bener …. ???

Terakhir kesana masih banyak pedagang kaki lima dan delman2 berkeliaran.
Dan susah sekali utuk mentertibkan kawasan Monas ini, sudah berjalan bertahun tahun … akhirnya …

Jadi penasaran …. ingin membuktikan kabar kabar tersebut. Beneran atau hoax …
Mumpung ada waktu di hari minggu pagi, maka saya menetapkan hati untuk berangkat kesana, sekalian kluyuran di kawasan taman Monas yang besar …. 80 hektar … gede aja atau gede banget kalau seluas itu. Pokoknya gemporlah kalau jalan kaki kluyuran di area Monas.

slide9

Sampai di pintu masuk di dekat sebrang gedung Indosat … sudah rame bener. Kalau Minggu, pintu di buka di area ini, di sebrang Istana Negara dan di Pintu Utama di area parkir IRTI ( Ikatan Restoran Taman Indonesia ) Monas yang ada di sebrang gedung Balaikota. Di area IRTI ini ada banyak spot kuliner khas Indonesia, pedagang non-kuliner (baju, mainan dll) dan area permainan anak berbayar. Katanya mereka semua umumnya adalah pedagang kaki lima yang dulu beroperasi di dalam area Monas. Sekarang di tertibkan dan di berikan training supaya memberikan service dan produk yang lebih baik.

Memang di area pintu masuk dan taman dalam di dekat IRTI ramai, tapi di area taman2 lainnya .. sepi, banyak area adem yang pohonnya besar2 … jadi tidak perlu takut kepanasan. Selama ini banyangan Monas adalah tempat yang blong dan panas. Ya .. kalau di jalan besar sekitaran monumennya sih pasti blonggg .. panas nian deh

slide1

Yang paling penasaran adalah Taman Pandang Istana, area publik baru. Ya sudah pasti posisinya ada di sebrang Istana Merdeka. Diresmikan 30 Juli 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta. Di desain oleh seniman Yasser Rizky, dengan menggunakan tiga jenis instalasi ; bangku berbentuk tulisan “Berbeda Tapi Satu”, jejak aspirasi berupa kutipan para tokoh nasional – Abdurrahman Wahid, Mohammad Hatta, YB Mangunwijaya, dan Buya Hamka, dan karya instalasi tiga dimensi bertulisan “Ragam Insan”. Taman ini juga diperuntukkan bagi para pendemo yang ingin melakukan aksi di depan Istana Merdeka. Bagi para pendemo jadi asyik .. bisa duduk sambil ngadem disini sambil nonton demo …. ehh mau demo apa ngadem ….

slide2slide3Terdapat juga tiang aspirasi untuk mencurahkan pendapat … kalau menyatakan cinta termasuk gak ya … meninggalkan gembok cinta disini.
Yang keren adalah tulisan tiga dimensi “Ragam Insan” yang menyatu. Jika dilihat dari Jalan Merdeka Barat, terbaca “Insan”. Dan akan terbaca “Ragam” di lihat dari dalam area taman.

slide2

Kluyuran di area Monas menjelajahi 4 sisi mata angin, menemukan tempat tempat menarik …. ke empat sisinya banyak area yang adem untuk mengaso, pohon2-nya besar besar. Juga ada area 4 lapangan futsal, 1 lapangan volley dan 1 lapangan basket, semua lapangan kondisinya sangat bagus.

slide5

Ehh … ada perpustakaan keliling ngetem disini …. gratis …. asyikkan nongkrong sambil baca2, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan … bukan hanya kluyuran mulu kesana kemari, gowes merana merene … seperti sudah ketebak … yang baca sedikit bangettt

Jam 8 pagi lebih, tapi yang antre untuk masuk ke Menara Monas sudah mengular panjang. Pintu baru di buka jam 9, dan harga tiket masuknya Rp, 20 ribu dewasa Rp 10 ribu anak2. Dan untuk naik ke puncak menaranya bayar lagi tiket Rp. 7.500 dewasa dan Rp. 3.500 anak2.

slide3

Berdasarkan sejarah, Monas diresmikan pembangunannya pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno, dibangun setinggi 132 meter dengan konsep Lingga Yoni dan seluruh bangunannya dilapisi marmer. Monas diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Presiden Soeharto pada 12 Juli 1975. Pada awalnya desain Monas di sayembarakan, bahkan sampai 2X sayembara dan tidak ada yang memenuhi kriteria. Akhirnya di tunjuk Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno untuk merancang Monas.

slide4

Didalam bangunan Monas terdapat Museum Sejarah dan Ruang Kemerdekaan. Di atas menara terdapat 4 teropong untuk melihat 4 penjuru Jakarta.

Di puncak menara terdapat Lidah Api sebagi simbol api yang terus berkobar melambangkan semangat bangsa Indonesia yang menyala-nyala terus berjuang dan tidak pernah padam sepanjang masa.
Lidah Api terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh lidah api dilapisi emas seberat 35 kilogram, dan kemudian pada HUT ke-50 RI, emas yang melapisi lidah api itu ditambah menjadi 50 kilogram.

Berdasarkan info bahwa pada awal pembangunan sebanyak 28 gram emas adalah sumbangan dari Teuku Markam , seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Konon … konon lho ..

Jika dilihat secara detail pada relief Lidah Api, terdapat sesosok wanita sedang duduk bersimpuh dengan sebagian rambutnya tersanggul pada bagian atas dan tergerai panjang di sisi samping. Sosok ini hanya akan terlihat jika kita meihatnya dari sisi Istana Negara. Betulkah … coba deh permisi ke penjaga istana dan kita lihat dari teras istana .. betulkah begitu …

slide8

Ada apa di setiap penjuru mata angin Monas ??

Mari kita berkeliling, kluyuran, blusukan, kaditu kadieu, merana merene …
Ternyata di setiap sisi penjuru mata angin ada monument atau patung, saya baru tahu hal ini, memang masih sangat banyak yang belum saya diketahui di dunia ini … ehh kemana mana lagi.
Patung atau monumen yang ada di Monas ; Patung Chairil Anwar, Moh Husni Thamrin, Raden Ajeng Kartini, Pangeran Diponegoro, Patung IKADA (menggambarkan pemuda yang berkumpul di lapangan Ikada pada rapat besar di 19 September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno, lapangan Ikada kini menjadi lapangan Monumen Nasional dimana Monas berdiri tegak). Selain itu juga ada prasasti yang di tulis presiden Soeharto dan Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Sutiyoso.

slide6

slide4

slide5

slide6

slide7

slide7

photo atas adalah Monumen Ali Sadikin dan Sutiyoso. Photo bawah adalah monumen Presiden Soeharto

Ehhh … Masih adakah rusa di Monas … dimana ?

Ternyata rusa tutul ini berada di taman yang berlokasi di sebrang gedung Balaikota Jakarta atau di depan parkiran IRTI. Rusanya banyak dan terlihat terawat, sehat sehat. Ada spot untuk mendekat ke rusa, tangan bisa mengelus rusa jinak yang mendekat. Soalnya hampir sekeliling taman rusa ini pagarnya berlapis sehingga tangan tidak bisa menyentuh rusa.

slide8

Jadi … bagaimana … menarik tidak untuk jalan2 ke Monas ?

Banyak hal yang bisa dilakukan disini, terutama kegiatan outdoor sambil menikmati kerindangan di pusat kota Jakarta.

Mau enjoy Jakarta … ya di Monas aja

slide10

Lokasi
Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Koordinat Google maps -6.175295, 106.826994

Minggu 9 Oktober 2016

Iklan

48 thoughts on “Selain Taman Pandang Istana … ada apa di Monas ???

  1. Perspektif fotomu bagus Kang, yang foto pakai pot garuda itu. Terakhir kali keluyuran di Lapangan Monas, kayaknya tahun 2009 pas ada event JakJapan Matsuri. Kalau nyepeda ke sini belum pernah, hahaha. 😀

    • Allhamdulillah … terimakasih banyak di puji sama penyuka foto.
      tahun segitu sih Monas masih rame pedagang kakl lima … main kesini lagi mas mawi, sambil sepedahan 🙂 bener2 beda deh …pokoke enjoy

      • sebenernya ya pengen sepedaan di Jakarta lagi, tapi klo mesti lewat Jl. Sudirman + Jl. Thamrin kayaknya kok agak ngeri-ngeri gimanaaa gitu, hahaha. Apalagi lagi ada proyek MRT. Nunggu kondisi jalanan kondusyip dulu lah Kang. 😀

  2. Eh, Monas sangat berubah. Banyak spot spot baru, apa akunya yang urang klayapan klo ke JKT, hehehe.
    Terakhir kesana tahun 2013. setelah itu, cuman lewat doang, hehehe

    kapan kapan mampir kesana, beli tahu gejrot enak…

  3. Terakhir ke Monas tahun 2010, kemarin sempet lewat monas tapi blm mampir kesana. Ternyata sekarang lebih bagus dan tertata ya kayaknya bakal betah main-main ke monas, apalagi ada taman-taman gt jadi gak terkesan seluruh tempat bakalan panas hahaha..

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb…..

    Pemandangan di Monas sudah kelihatan kemas dan nyaman. Tentu sahaja menarik ramai pelancung untuk berkunjung apabila sudah ditata dengan rapi. taman-tamannya juga banyak dan sudah tentu lelah jika berjalan kaki sahaja. kalau dengan sepeda pasti memudahkan sedikit. pasti bagusnya menurut saya adalah perpustakaan bergeraknya.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumussalām wr wb puan Fatimah

      taman yang bersih, indah dan teratur memang menarik para pelancung, saya juga senang bermain main kesini.
      Kalau tempat seluas ini memang nyaman kalau pakai sepeda .. tidak capai 🙂

      perpustakaan bergerak kalau ada banyak tersebar di Jakarta pastinya seru ya … membiasakan anak2 untuk mencintai membaca buku, daripada main game mulu

      salam sehat bahagia dari Jakarta

  5. Aku terakhir ke Monas tahun 2012. Itu pertama dan terakhir sih kayanya, soalnya ga pernah lagi. Pas kesana, yang dipikiran ku : “duh panas banget ya Allah…ingin ke bandung aja” terus aku lanjalannya pake payung deh Kang hahaha 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s