Secuil oase Blekok di Kampung Blekok Bandung

Slide1

Dasar blekok … pernah ga dengar orang ngumpat seperti itu. Ga pernah ya … selamat … berarti Anda orang baik baik dan sangat menyenangkan bagi orang lain.

Blekok bukanlah makanan dan bukan pula tanaman tapi sejenis burung …*cemen banget penjelasannya.
Waktu mengetahui ada kampung Blekok, maka saya memutuskan saya harus hadir, saya harus datang kesana.

Mumpung sedang super long weekend saya main ke Bandung. Setelah hari kamis sebelumnya ikut berjuang di tol Cikampek, di jumat pagi ini saya sudah menggelindingkan sepeda di jalan Surapati mengarah ke Cicaheum dan masuk ke daerah belakang terminal bis dan angkot Cicaheum yang ramai, kemudian tembus di daerah Antapani. Terus blusukan dan muncul muncul di jalan bypass Soekarno Hatta. Kemudian setelah melewati fly over rel KA saya belok kanan kembali ke jalan jalan kecil dan tembus di daerah Gedebage.

80% daerah yang saya lalui adalah pertama kalinya saya melewati daerah ini. Sudah banyak sekali perumahan perumahan, dari jenis kluster kecil sampai perumahan yang besar. Umat manusia senang bikin anak …. beranak pinak semakin banyak dan banyak, jadi membutuhkan sarang yang banyak. Sawah hanya tinggal bagian kecil yang tersisa menunggu waktu untuk berubah menjadi perumahan.

Slide2

UFO mendarat ???

Sampai didaerah Gedebage … suasana sedikit berubah … banyak debu. Mungkin karena banyak pergudangan atau pembangunan perumahan2 sehingga debu2-nya terbawa kejalanan oleh truk2 yang mengangkut tanah.Mendekati jalan tol Cileunyi, ada papan petunjuk “Stadion Gelora Bandung Lautan Api” (GBLA) sepeda berbelok mengarah kesana. Jalanan menjadi 2 jalur besar. Di sisinya membentang hamparan pesawahan dan nunjauh terlihat bangunan stadion GBLA. Dari jauh seperti pesawat UFO yang mendarat. Apakah ini bukti bahwa si alien ada ???? Semua pertanyaan tentang adakah kehidupan lain di alam semesta akan segera terjawab ???

Setelah lewat kolong jembatan, saya belok kiri.Tak jauh dari sini disebrang sungai disanalah kampung Blekok berada.

Slide3

setelah melalui kolong jembatan ini belok kiri untuk menuju kampung Blekok

Luas kampungnya tidak besar, tapi rimbun dengan pohon bambu dan pohon2 lainnya. Rumpun bambu menjadi sarang utama burung2 ini. Jumlahnya ada ratusan kayaknya.
Benar benar mengagumkan …. di area kota Bandung yang terus melakukan pembangunan… masih ada secuil kampung yang seperti ini.

Slide4

Gerbang Kampung Blekok

Slide5

rumpun bambu di depan adalah sarang utama burung Blekok

Unik … dari sekian banyak tempat yang terhampar pesawahan luas dan pohon2 rimbun … kelompok burung blekok ini memilih ber”markas” ditempat ini. Bukan suatu kebetulan … alam telah memilih tempatnya.

Burung2 tersebut kabarnya datang ke kampung ini sejak tahun 1970-an, area sekeliling kampung ini pada waktu itu adalah ribuan hektar pesawahan. Konon penduduk pada waktu itu berusaha mengusir burung2 tersebut karena menyebabkan banyak kotoran burung dan bau amis. Tapi burung2 tersebut tidak bergeming…. akhirnya masyarakat menerima keadaan dan berteman dengan burung2 dan bahkan turut menjaga dan merawat kelestarian burung2 tersebut.
Meskipun sekelilingnya sudah dibangun perumahan2 dan sawah mulai menyusut… tapi burung2 tersebut tetap bertahan disana.

Slide6

Slide7

Disini ada dua jenis burung, burung Blekok (Ardeola speciosa) dan Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis). Burung Blekok berwarna agak kemerahan, sementara Kuntul Kerbau memiliki warna putih dominan dan memiliki jambul. Jika ingin datang kesini pada saat best moment, maka datanglah dibulan Agustus-September, karena kampung tersebut menjadi tempat imigrasi burung se-Asia .. keren bener ya …

Sayang ya … kampung Blekok ini tidak dikemas dan dibuat menjadi kampung wisata yang menarik dengan berbagai aktifitas yang berkesan sehingga  banyak turis yang datang kesini. Kampung ini hanya dibiarkan seadanya.

Dan sekarang kondisinya semakin berubah… Gedebage yang akan berubah menjadi kota teknopolis, kota kecil di Bandung yang berbasis IT, terinspirasi dari Silicon Valley yang berada di Amerika Serikat. Bandung teknopolis ini konon luasnya 800 ha, dan disana akan dibangun danau seluas 30 ha dan fasilitas lainnya. Bahkan terminal Kereta Api Cepat Bandung Jakarta akan dibangun di sekitar area Gedebage. Sehingga pengembang2 besar sudah menguasai lahan disana dan sudah memulai pembangunannya.

Slide9

berdekatan dengan perumahan

Slide8

di sekelilinngnya sedang di bangun perumahan perumahan

Saat ini saja area di sekitar kampung blekok sudah di tancapkan papan perusahaan pemilik lahan. Di sekelilingnya sedang dibangun secara massive perumahan berskala besar. Tidak tahu bagaimana kelanjutan Kampung Blekok ini. Apakah kampung ini juga akan ikut tergusur… atau tetap ada karena area ini sudah dijadikan konservasi lingkungan … tapi dengan kondisi pesawahan disekelilingnya berubah menjadi perumahan dan gedung gedung, apakah burung Blekok akan tetap tinggal disini…. ??? Yang jelas bukan saya yang akan menjawabnya … waktu yang akan menjawabnya .

Slide10

rumpun bambu dan pepohonan tersebut adalah markas burung2 tersebut

Slide11

tanah di sekeliling sudah di tancap plang dan terlihat truk truk sedang bekerja

Setelah terdiam termenung… memikirkan si Blekok dan tanpa bisa memberikan jawaban, saya lanjut gowes lagi, tinggal “satu kayuhan” saja untuk sampai ke stadion GBLA. Apakah benar UFO yang mendarat ??
Disekitar area stadion GBLA, banyak juga yang bersepeda, bahkan banyak yang belajar mobil, karena area jalannya besar dan sepi.

Slide12

apakah disana ada alien ….

Stadion ini tepat berada di sisi tol Cileunyi, di tengah2 pesawahan. Di bangun tahun 2009 dan sempat tersangkut kasus korupsi dan terkatung katung. Saat ini pembangunan dan renovasi sedang dilanjutkan untuk dapat digunakan acara PON XIX di Jawa Barat. Stadion sepakbola berstandar FIFA ini memiliki kapasitas 38.000 penonton dan di klaim sebagai stadion termegah di Indonesia untuk saat ini.

Slide13

di depan stadion masih pesawahan

Setelah berputar putar disini melihat2 stadion dari luar, karena tidak boleh masuk ke dalam area stadion… akhirnya saya pulang, menggowes sepeda sambil memikirkan si blekok.
Kalau ingin berkunjung ke Kampung Blekok mending sekarang ini sebelum kondisi alam sekitarnya semakin berubah dan membuat si blekok pergi … blekok .. blekok .. dasar blekok.

Lokasi
Kampung Wisata Burung Blekok, Rancabuaya, Cisaranten Kidul, Gedebage, Kota Bandung.
Koordinat Google Maps -6.963544, 107.704020


Jumat 6 Mei 2016

Iklan

45 thoughts on “Secuil oase Blekok di Kampung Blekok Bandung

  1. Bahasanya kok sama Kang? Di Jogja sini sebutannya juga blekok. Eh, tapi aku baru tahu juga kalau blekok sama kuntul itu beda. Lha nggak pernah bisa mengamati dari dekat. Selalu kalau didekati malah kabur. Bahkan buat difoto sekalipun. Nggak jodoh barangkali, hahaha. 😀

    Yah, semoga saja nggak banyak pengembang yang iseng bikin perumahan di sana. Kalau cuma punya lahan okelah. Semoga pemerintah punya niat buat beli itu lahan dan bikin wilayah konservasi di sana. 😀

    Kalau besok tempat tinggal blekok digusur biar mereka pindah ke stadion saja! 😀

    • berarti blekok itu nama universal-nya ya … 🙂
      saya juga ngga ngerti per-burungan … saya sih dulu nganggapnya burung seperti ini .. ya belibis … 😀

      sepertinya si blekok ini disuruh memilih … mau tinggal dimana … di tipe rumah yang mana di kluster yang mana, atau mau di apartment yang akan dibangun … atau ya .. di stadion .. 😀

  2. Semoga pemda Bandung cepat sadar, blekok dan kampungnya segera dijadikan daerah yang dijaga keasriannya.
    Heran ya kenapa daerah produktif dijadiin stadion. Pemdanya gak cerdas, sawah kok dihilangkan. Padahal nyetak sawah itu susah minta ampun.

    • mudah2-an pemkot Bandung sudah memikirkan solusi2-nya …. pembangunan kota teknopolis dapat menjalin harmoni dengan alam, sehingga “penduduk asli” tidak tersingkirkan dan sawah2 yang luas tetap dapat di terpelihara luasnya …. aamiin

  3. Banyak juga ya itu manuk belekok nya, apalagi di sekitarannya udah cukup banyak perumahan… kalau dulu bapak saya bilang manuk/burung ini burung kuntul… biasanya suka banyak disawah, itu dulu gak tau kalau sekarang hehe..

    • di area2 pesawahan luas yang jarang penduduknya … jarang banget ketemu manuk blekok ini.
      tapi di sini .. unik … meskipun perumahan2 sudah “memepetnya” .. tapi manuk2 ini masih tetap bertahan

  4. mudah2an deh bertahan blekok di situ…
    nggak sering kan di kota lihat burung hidup bebas, di luar sana bisa lihat merpati bebas..
    di Indonesia harusnya blekok dipertahankan….., pasti banyak orang yang suka..
    baru tau ini lho, kalau stadionnya mah sering lihat
    trims udah berkunjung ke blogku

  5. du waktu kecil di semarang ayah saya selalu menunjukkan jalan yang blekoknya banyak, tetapi lambat laun sekarang berkurang dan hampir gag ada,..

    kemarin pas ke jogja menuju blue lagoon saya masih lewat kampung yang banyak blekoknya om

  6. tertarik liat GBLA, itu salah satu stadion termegah di Indonesia
    *jadi ga sabar mau ke bandung lebaran ini 🙂

    btw, kirain saya yang nangkring di pohon itu angsa/bebek, ga tahunya burung blekok hehehhe
    keren mas fotonya, jernih…

    • GBLA … di klaim sebagai yang termegah …jadi penasaran. Nanti pas saat berlangsung PON, pengen nonton. Seberapa megahnya … semegah mall atau istana .. wkwkwk

      Terimakasih mas choirul … kebetulan aja si blekok-nya yang fotogenit .. jadi bagus 🙂

  7. Kang, aku aja ga apal kalau ada kampung blekok di bandung. Tapi asli itu burung nya syantik, sedih kalau misalnya nanti burungnya makin sedikit dan habitat nya dijadikan perumahan atau gedung. Setuju deh aku harusnya itu dibikin kampung wisata ya, pasti unik. Aku lapor Papah Ridwan Kamil dulu deh.

    • bilangin sama papah ya neng
      kalau papah yang mengemas kampung wisata ini .. pasti menjadi menarik, syantik .. dan banyak aktifitas2 seru yang bisa dilakukan disini untuk menarik wisatawan dan menghidupkan perekonomian warga sekitar

  8. keren om…
    dikampung saya malah si burung kuntul ini udah gak pernah kelihatan. padahal sawahnya masih banyak. dulu suka liat lagi masih SD. apa jangan2 pada pindah ke kampung blekok ini ya????

    • wah mungkin blekok-nya melakukan urbanisasi .. ingin ke kota, katanya rezeki lebih bagus 😀
      ternyata di kota juga .. mereka akan tergusur juga .. kacian
      btw .. kampng Blekok ini menjadi destinasi migrasi burung se asia .. keren

  9. Kampung blekok yang menarik, ekologinya sangguh mendukung dan semoga tak tergusur pula. Di Semarang, daerah Srondol juga pusat blekok di pepohonan tepian jalan raya. Tak jarang sang blekok mengirim bonus ke atap mobil yang melintas, plok…berbau amis hehe.

    • wah .. di Semarng ada kampung blekok juga … semoga kampung blekok di Semarang dan di Bandung tetap terjaga dan menjadi bagian tetap “penghuni” kota.
      Kemungkinan blekok di Semarang dan Bandung .. saling bertemu ketika musim migrasi ya .. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s