Ternyata Depok sudah ganti Presiden 5 kali

Slide1
“Apaaa … Depok sudah ganti presiden 5 kali … “
Presiden ….. ???
bener bener presiden ….. ?????
bener ga sih .. kemana aja saya …. kebanyakan sesepedaan ya begini nih … jadi kudet kurang update. Jadi orang itu katanya harus pinter .. harus sekolah … punya wawasan supaya maju.
Koq … saya baru tahu hal ini ya … Saya harus kesana … namanya audensi atau rekreasi ya …

Gowes kali ini dilema juga… apakah saya mau lewat jalur perseorangan/independent atau pakai jalur partai/komunitas. Bingung saya… akhirnya saya lewat jalur kalimalang … *ngga nyambung.. ngga nyambung, biarin.
Untung semalam hujan jadi debu2 jalanan kalimalang yang sedang di bangun proyek jalan tol tidak terlalu parah. Dengan gowes santai tak terasa sudah di daerah Margonda Depok. Jalanan jam 7 pagi ini masih relatif sepi.
Selepas Margonda gowes masuk ke kota Depok. Seumur umur… baru kali ini saya kluyuran di Depok Lama. Selama ini paling hanya di daerah pinggiran pinggiran Depok aja.

Sampailah di jalan Pemuda daerah Pancoran Mas, jalannya tidak terlalu besar. Tak berapa lama, saya sudah di depan rumah. Rumah Mr President, ya ini adalah rumah tinggal presiden Depok terakhir. Presiden ke 5 Depok bpk Jahonnes Matheis. Rumahnya masih sesuai bentuk aslinya, didalam rumahnya terdapat barang barang peninggalan pak presiden ; kursi, lemari, meja, dll-nya. Rumah ini dihuni oleh keturunan keluarga pak Jahonnes.
Diseberang rumah adalah kantor kepresidenan yang sekarang menjadi Rumah Sakit Harapan Depok.

Slide2

rumah tinggal Presiden Depok, bangunannya tetap dijaga keasliannya

Slide3

furniture dan barang2 peninggalan presiden depok

Dahulu jalan Pemuda ini adalah daerah elit kota Depok. Disini terdapat sekolah elite anak bangsawan Belanda yang kini menjadi SDN Pancoran Mas Dua, gereja tertua di Depok. Di area jalan ini masih ada beberapa rumah kuno lainnya, sayang sebagian besar sudah berubah bentuk bangunannya sudah hilang nuansa area kota tuanya.

Berdasarkan sejarah, daerah Depok pada jaman Belanda dimiliki oleh seorang Residen dari Cirebon bernama Lucas Meur dan kemudian di beli oleh Cornelis Chastelein seorang tuan tanah pada 18 Mei 1696. Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1871 menetapkan Depok sebagai wilayah otonomi sehingga memiliki pemerintahan sendiri, memiliki presiden sendiri. Wah .. apakah artinya Depok sudah merdeka terlebih dahulu ….

Pada saat awal, Cornelis Chastelin memboyong sekitar 150 budak ke kota ini. Mereka berasal Bali, Borneo, Makassar, Maluku, Ternate, Kei, Pulau Rote dan Batavia. Cornelis Chastelein mengelompokkan mereka menjadi 12 marga. Ke-12 marga pekerja diabadikan di pintu GPIB Immanuel Depok.
Karena bahasanya berbeda beda, maka digunakanlah bahasa Belanda sebagai bahasa utama atau sehari hari, merekalah yang disebut Belanda Depok. Ternyata Belanda Depok itu orang pribumi yang ngomong bahasa londo toh …

Slide4

Dahulu di gunakan sebagai kantor kepresidenan, sekarang menjadi RS Harapan Depok. Di depannya di buatkan tugu Cornelis Chastelein

Ketika meninggal, Cornelis Chastelein mewasiatkan membebaskan para budaknya sekaligus membagikan hartanya kepada mereka. Berdasarkan surat wasiat yang ditulis tanggal 13 Maret 1714. Pemerintahan kota Depok terus berlanjut dan yang menjadi Presiden Depok terakhir yaitu presiden ke 5 pada masa masa menjelang kemerdekan RI adalah Jahonnes Matheis, beliau adalah orang pribumi / Indonesia.

Lanjut lagi. Tidak jauh dari sini ada situ/danau yang diklaim oleh pemkot Depok sebagai tempat wisata dan olah raga air kota Depok. Situ Rawa Besar. Konon kabarnya dulu luasnya 35 hektar, tapi sekarang menciut menjadi 13 hektar. Woww .. hilang lebih dari setengahnya, ga tanggung tanggung memang.

Slide5

Slide6

atlet dayung sedang berlatih, di ujungnya terlihat perumahan2 yang berada tepat disisi danau

Menurut saya sih kondisinya memprihatinkan. Sebagian besar sisinya di isi bangunan bangunan liar, kumuh. Air danaunya kotor hiyyy. Yah… beginilah, kumaha deui atuh …. Tapi tempat ini dipakai untuk latihan atlet mendayung. Semoga situ ini dapat menelurkan telur.. eh atlet atlet dayung kelas internasional dari kota Depok.
Kondisinya begini .. ya kurang asyik untuk dinikmati, saya gowes lanjut. Mumpung sedang ada di daerah sini, mesti sekalian main ke kampus, mau “makan bangku sekolahan” supaya pinter, punya wawasan …. jangan sesepedahan mulu.

Slide7

Masuk lewat jalan belakang, lewat politeknik.Wah… sekarang sedang ada pembangunan jalan tol Depok tepat disisi kampus. Bakalan semakin mudah akses untuk ke Depok, kalau gowes lewat tol kan lebih cepat … *ngaranggg.

Karena hari minggu pintu poltek ditutup, maka saya mesti melipir lewat jalan sisi yang rimbun, sepi dan sudah abandoned. Kalau malam lewat sini… asyikk untuk cari masalah… hehe.

Slide8

Di hari minggu area kampus ramai yang berolah raga ; jalan kaki, lari, badminton, bersepeda, pacaran… ehh … habis banyak juga yang pacaran.

Supaya pencitraan pinter makin kuat, maka saya ke perpus. Bangunan perpustakaan ini seperti bunker, unik dan menarik. Disisi perpus yang berbatasan dengan danau adalah spot yang sangat asyik untuk nongkrong nongkrong, bersih dan tertata dengan baik. Saya juga nongkrong dulu disini sambil makan camilan camilan menikmati area rindang disisi danau.

Slide9

gedung perpustakaan pusat

Slide10

Setelah rehat saya kembali gowes pulang dan tiba di rumah jam 10-an lebih.

Lokasi Rumah Presiden Depok
Jl Pemuda, Pancoran Mas Depok
Koordinat Google Maps -6.402471, 106.819807

Lokasi Situ Rawa Gede
Kampung Lio Pancoran Mas Depok
Koordinat Google Maps -6.392392, 106.815804


Minggu 3 April 2016

Iklan

36 thoughts on “Ternyata Depok sudah ganti Presiden 5 kali

  1. Habis baca artikel ini aku langsung googling sejarah Depok. Penasaran, kok pemimpin daerah otonomi disebutnya presiden, :D. Kok ya jadi asal mengkait-kaitkan klo presiden = pemimpin residen.

    Eh, klo liat foto danau UI jadi ingat kasus meninggalnya anaknya dosenku yang sampai sekarang kasusnya belum menemukan titik terang…

    • baca2 sejarah Depok jadi ngerti apa dan kenapa disebut Belanda Depok .. hehehe Bayangan saya mereka adalah orang asli belanda yang masih tinggal disana .. ternyata orang pribumi.

      oh .. yang meninggal anaknya dosen mas mawi. padahal anaknya pinter banget ya, kematiannya sampai sekarang masih misterius. Kejadiannya kayaknya bukan di danau yang ini, tapi di danau yang disisi hutan.

    • sepedanya harus makan bangku sekolahan supaya smart 😀
      meskipun tempatnya begitu, tapi yang penting semangat-nya .. mungkin begitu kali filosofi-nya, mencari atlet yang betul2 bersemangat .. 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…. saya menyukai perabot lama yang sekarang ini sukar diperolehi. 150 orang budak itu maksudnya apa, seperti mereka ini diberi layanan yang baik sehingga digelar Belanda Depok. Malah setelah kematian mereka diberi harta dan dibebaskan. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumussalām wr wb puan Fatimah
      saya juga suka furniture bergaya vintage .. bagus. Harus searching dan lihat2 … memang tidak mudah.

      budak itu adalah orang yang dibeli dan dipaksa untuk bekerja. Karena tuan Chastelein orangnya baik, maka dia membebaskan para budaknya dan mensedekahkan hartanya kepada mereka. Disebut Belanda Depok, karena orang2 pribumi tersebut menggunakan bahasa belanda sebagai bahasa sehari hari 🙂

      salam sehat dan bahagia dari Jakarta Indonesia

  3. tepok Jidat, saya sendiri orang Depok tapi blum tahu disitu ada monumen sejarah….kurang selancar di dunia maya atau emang gak care sama jeroannya Depok, ahhh Sudahlah….sekarang jadi tahu 🙂

  4. Setahunya saya belanda Depok itu emang turunan belanda, jebule orang pribumi berbahasa belanda 🙂
    Semoga rumah tinggal presiden Depok tetap dipertahankan oleh ahli waris. Btw, itu rumah warisan dapat bantuan pemda gak tuh? Soalnya ini sudah termasuk cagar budaya.

    • mudah2an sih bangunan ini di jadikan cagar budaya yang harus dilestarikan, tapi kayaknya sih belum dapat bantuan ..
      di daerah sekitarnya .. hanya tersisa sedikit rumah2 kuno, kebanyakan sudah berubah bentuk menjadi bangunan modern … sayang banget

  5. sintinggg, 2 dekade lebih numpang hidup di Depok tapi gw ga pernah tau sejarahnya sendiri haha, nice one anyway, enjoy bgt baca blog lo broo, keep exploring daerah2 antimainstream!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s