Menuju Bintang – Bukit Bintang

cover1 Meraih bintang… menjadi impian banyak orang, bener ga sih?? Tapi untuk mencapai bintang memerlukan waktu ribuan tahun cahaya. Bagaimana duong…. ? Tenang sekarang zaman serba instan…. sudah disediakan bintang yang lebih masuk akal untuk diraih. Hari masih pagi ketika berangkat dari rumah ortu di Bandung. Jalur berangkat yang dipilih melalui Bojongkoneng cikutra. Menanjak… dan terus menanjak. rehat dulu di warung pinggir lapangan golf. Jarang sekali pegowes yang lewat sini. Lanjut gowes … menanjak lagi, menguras tenaga… disatu titik berhenti lagi… mulai dari sini sampai ke pertigaan ke warban tanjakannya semakin jahanam… he he… di tambah sekarang jalanannya hancur karena tergerus hujan…

Slide2

awal tanjakan perjuangan dan penderitaan

Susah sekali handling seli di tanjakan terjal dan hancur seperti ini…. sepeda mudah terangkat ke belakang, dan jika badan di condongin ke depan… ban belakang malah selip… serba salah… Dengan diselingi ttb… akhirnya sampai juga di puncak pertama di pertigaan warban.

Slide1

udaranya segar … sambil menikmati pemandangan kota Bandung

Slide3

Bukit Bintang sudah di depan mata …. bangunan warung2 adalah Bukit Moko

Perjalanan masih belum selesai…. masih ada tanjakan2, tapi tidak segarang tadi. Dengan telaten… akhirnya sampai juga di pertigaan pintu masuk ke bukit moko atau juga dikenal warung daweung … apa beberapa mobil parkir disini. Memang tanjakan ke parkiran di atas… tanjakannya curam dan berbatu… kalau kurang pede… lebih safety mobil parkir disini. TTB lagi di tanjakan final berbatu ini.

IMG_0265a

Tanjakan akhir ke Bukit Moko dan Bukit Bintang

Sampailah di target operasi …. Bukit Bintang, tempat wisata baru di area hutan Perhutani. Lokasinya di atas bukit moko. Areal parkir motor mobil saja satu lokasi dengan warung Daweung. Untuk masuk Bukit Bintang mesti bayar tiket masuk Rp 8.000,- Suasana disini sangat nyaman… rindangnya hutan pinus… Diketinggian 1.442 mdpl… sejuk dan bisa memandang jauh ke Bandung. Kalau malam disini pasti keren juga, meliat kelap kelip lampu kota bandung.

Slide4

meraih bintang

IMG_0282a

Dikerindangan Hutan Pinus

Slide5

tenang dan damai

Slide6

kebun penduduk di sisi Bukit Bintang

Slide7

lembah yang dipenuhi kebun kebun sayur

Selain menikmati kesejukan hutan pinus, kita bisa tracking ke patahan lembang dan juga batu lonceng. Kalau mau makan atau ngopi2… nongkrong aja di warung daweung.

daweng2

bangunan utama warung Daweung

dawe Pulangnya supaya lebih cepat saya ambil jalur Caringin Tilu dan terus ke Padasuka Cicaheum. Jika ingin berkunjung ke Bukit Bintang, ini adalah jalur utama, melalui jalan Padasuka Cicaheum. Melewati Saung Angkung Mang Udjo dan terus menaik ke atas, jalananannya berliku dan di beberapa titik tanjakan terjal. Kondisi kendaraan harus oke jika ingin mengarah kesini. cartil Naik sepeda lipat, pulang melalui jalur ini bikin pegel…. pegel tangan…. ngerem dan ngerem terus menerus … kadang mesti kuat2. Kalau pakai rem cakram pasti agak lumayanan… apalagi kalau pakai rem hidrolik… Sampai rumah sesuai target juga… sebelum pertandingan abad ini “pacman vs the money” Slide2 Bukit Bintang, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung. Koordinat google maps   -6.841192, 107.677179

Caringin Tilu Koordinat google maps  -6.858427, 107.664979


Minggu 3 mei 2015

Iklan

20 thoughts on “Menuju Bintang – Bukit Bintang

    • didaerah sekitar sini memang ada track downhill yang di kelola oleh komunitas sepeda daerah sini … kalau tidak salah komunitas Terjal …saya pernah mencobanya sebagian track-nya … ngeri ahh … 🙂

  1. Mas salam kenal,seru banget. Itu warung yg sehabis tanjakan curam setelah pertigaan yg kanan kebawah kemudian kiri keatas atau warung setelahnya yg terus naik setelah toilet unum diatas warung?sorry klo ksni bisa anytime kah?nuhun

    • salam kenal mba echi ..
      dulu sih warung daweung buka 24 jam, tidak tahu sekarang ini … tapi jam 6 pagi sudah buka sampai malam … tidak tahu sampai jam berapa, mungkin jam 12 malam. Kerennya sih kalau pagi atau malam .. pemandangannya lebih keren

  2. bukit bintang… sensasional sekali karena ada bintang nyasar di sini. Besok2 siapa tahu ada bukit bulan dan bukit matahari ya Kang? Eh, tapi saya masih kagum sama pesepeda seperti dirimu yg melibas daerah2 penuh tanjakan macam ini sendirian, hahahaha

    • branding sekarang penting ya … tempat2 dikemas semenarik mungkin supaya dapat “dijual”…
      pinginnya sih rame2 kalo gowes biar seru … tapi apa daya .. seringnya sih sorangan deui … he he …

    • kalau naik sepeda sih .. sekitar 1 sd 2 jam tergantung kekuatan dengkul …
      motor matic .. kuat koq menanjak kesana … masuknya dari Padasuka yang ada Saung Angkung Mang Udjo … aspalnya lebih bagus

  3. tgl 7 April 2016 kemarin baru dari sana, gak nyesel deh jauh2 kesana,pemandangannya indah bener, tp sayang waktunya terbatas gak sempet menyusuri hutan pinus yg tembus patahan lembang, karena kondisi hujan dan harus segera balik ke jakarta. info dari pengunjung yang sempat ketemu disana view di patahan lembag lebih keren lg katanya, tp sebaiknya jgn pas musim hujan,soalnya kemarin aja dia karna hujan sempat jatuh bangun beberapa kali (kaya lagunya Kristina ya…wkwkw). Kapan2 pengen kesana lg penasaran menyusuri hutan pinus ke patahan lembangnya…. Buat Agan ane salut bgt deh dgn sepedahnya bisa nyampe Puncak bintang.

    • tanah di hutan pinus kalau lembab/basah .. licin bangettt, makanya saya batalkan untuk lanjut ke patahan lembang, karena ban sepeda saya jenis slick. saya juga waktu sepedahan hampir ngungsep ke jurangnya 🙂
      memang view yang patahan lembangnya sangat keren. Saya juga masih penasaran dan akan kesana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s