Sungai di atas Sungai

 

sungai

Niat gowes mengunjungi klenteng ke arah perbatasan Cikarang. Berdasarkan panduan dari suatu situs di internet. Tapi sesampai disana …. tidak ada … tanya2 penduduk sekitar ..”klenteng ??? tempat tepekong ..?” “di sebelah sana”. Mengikutin petunjuk2nya, sampai di suatu tempat yang bukan seperti klenteng, hanya rumah tua. Tidak sama seperti yang di photo di internet.

Yahhhh … sudah gowes sampai sini sekitar 30-an km, melewatin Gedung Juang 45 di daerah Tambun yang tidak terawat … berjuang di jalanan Bekasi .. yang banyak motor melawan arah … angkutan sejenis elf yang berhenti seenaknya dan maju seenaknya dengan klakson dibunyikan terus … plus debu debu jalanan …

IMG_0002

gedung juang Bekasi

Pulang melewatin jalanan pergi tadi !!! … katakan “Tidak”.

Diputuskan melewatin jalanan desa tidak melalui jalanan utama.

Menyusurin jalanan yang disebelah kanan terhampar sawah dan di sebelah kiri adalah sungai .. jalanannya semen cor2-an. Jalanannya tidak ramai, bisa dibilang sepi.
Sampai di suatu titik .. melihat hal yang jarang ada … ada jembatan air … unik .. seperti sungai di atas sungai .. keren …

IMG_0006

saya sih … deg – deg-an lewat sini … dasar takut ketinggian

IMG_0008

jembatan sungai

Lanjut lagi gowes …

Yang bikin heran .. jalanan semulus gini, koq sepi banget … jarang banget ketemu motor, apalagi mobil. Sepi bener … bahkan orang juga jarang … kebayang kalau malam lewat jalan ini.

IMG_0021

jalanan ini bener2 sepi … yang lewat hampir tidak ada .. dan tidak ada perumahan dalam jarak yang jauh

Tiba tiba … jalanan di depan hancur … banyak kubangan air …

Pantesan jarang yang lewat …
Berusaha menghindari kubangan air, lewat jalan tanah .. malah masalah .. ban-nya terbenam di tanah basah dan lembek. Akhirnya di putuskan masuk ke kubangan kubangan .. kubangan ini kadang dalam sampai sepatu basah .. tapi jalannya keras jadi ban-nya tidak “mendelep”.

IMG_0024

ternyata jalanannya hancur

Setelah beberapa puluh meter melewatin kubangan2 … akhirnya ketemu jalanan beton lagi, di pertengahan jalanan beton ini ada yang amblas, butuh kehati hati-an jika mobil ingin melewatin jalan ini.

IMG_0026

longsor …

Di suatu titik, melihat pertigaan sungai … jarang jarang saya lihat yang seperti ini. Kalau pertigaan jalan sih sering banget.

IMG_0032

pertigaan sungai

Berhubung niatnya menghindari jalanan besar, gowesnya masuk ke kampung kampung, masuk ke komplek komplek, bahkan jalan setapak dan kadang jalan buntu …

Pokoknya blusukan ke dalam dalam … bahkan tiba tiba masuk ke dalam pasar yang ramai …

Akibat blusukan bgini, kecepatan gowesnya jadi lambat.
Tidak apa apa .. sambil lihat suasana yang berbeda beda.

Akhirnya sampai rumah juga jam 11-an. Dengan total gowes 73 km.

sungai di atas

Sabtu 1 Maret 2014

Iklan

11 thoughts on “Sungai di atas Sungai

  1. Sungai di atas sungai itu mirip semacam selokan ya Bang? Di Jogja ada juga yang seperti itu bagian dari selokan Mataram.

    Memang Bang, lebih baik kita nurut sama pakem “Jalan pulang harus beda dengan jalan pergi” karena pasti banyak hal-hal menarik sepanjang perjalanan.

  2. Rumah tua yang buat topekong memang rumah biasa om! Tapi untuk tahun ini topekong di tiadakan karena jalannya terlalu macet. Rumah itu jadi tujuan akhir saat topekong. Di buat tahun 1910 sampai saat ini bangunan masih utuh dari awal. Sampai sekarang masih buat tempat tinggal generasi ke 4.

  3. Soalnya yang jadi ahli waris mengurus rumah tersebut beserta peninggalan leluhur (patung dewa, lemari tua, keris) teman saya. Teman saya satu”nya anak lelaki (4 bersaudara) yang beragama konghuchu.

  4. Soalnya yang jadi ahli waris mengurus rumah tersebut beserta peninggalan leluhur (patung dewa, lemari tua, keris dll) teman saya. Teman saya satu”nya anak lelaki (4 bersaudara) yang beragama konghuchu.

  5. Saya hampir baca semua petualangan bapak goes sepeda dan satu kata AMAZING..

    perihal sungai di atas sungai tsb digunakan utk irigasi ke sawah2 daerah kec.cibitung, tepatnya Brahol, saya sering anter emak inspeksi ke sawah.

    sungai ini merupakan anak sungai Kalimalang yg digunakan utk mengairi.

    Di bawahnya Kali CBL, yang berganti warna tiap waktu karena limbah Pabrik 😥

    Nb: jalan tsb jd alternatif utk ke Bekasi, ya benar sekali jgn sekali2 bawa kendaraan sendiri di malam hari, terutama motor. Kata orang Cikarang mah bakal dibegal.

    • om ade …
      terimakasih banyak sudah mampir dan baca2 blog ini…
      ternyata ibu om ade punya sawah di daerah sini …. asyik sekali lihat sawah menghampar disana …

      terimakasih infonya … mengenai kondisi jalan alternatif dan sungainya, jadi tahu kalau sungai di atas berasal dari kalimalang dan sungai CBL di bawahnya suka tercemar …. sedih hiks …

      salam kenal

      • Ahh iya tapi sudah hampir digusur
        😦

        Perjalanan yg menarik..
        Hidden Bekasi dan yupz menginspirasi..saya yang asli Cikarang pun gtw..tapi klo lurus jalan cor dsni bisa sampe Tepekong..
        Nama klentengnya Liem Tay Bio Soe Kong..konon dibangun abad sekitar abad 16, pendapat saya klenteng ni dibangun pasca org2 tionghoa melarikan diri dari Batavia akibat pembunuhan massal oleh Belanda..

  6. semoga sawah2 yang tergusur … tergantikan dengan yang lebih baik …

    tambahan info2 om ade sangat bermanfaat … semoga bisa saling melengkapi ,,, banyak hal di bekasi ini yang menarik .. tapi mungkin belum banyak di ketahui orang banyak … termasuk saya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s